Uni Afrika Sebut Kemunculan Varian Omicron Dipicu Negara Kaya, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Uni Afrika Sebut Kemunculan Varian Omicron Dipicu Negara Kaya, Ini Alasannya

Firdaus Anwar - detikHealth
Minggu, 28 Nov 2021 10:17 WIB
Coronavirus. COVID-19. 3D Render
Foto: iStock
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan (Afsel) protes atas tindakan beberapa negara yang membatasi akses pintu masuk setelah dilaporkannya kasus COVID-19 B.1.1.529 alias varian Omicron. Disebutkan bahwa seharusnya Afsel diapresiasi karena berhasil dengan cepat menemukan varian tersebut.

"Kemajuan sains seharusnya diapresiasi, bukan dihukum," ungkap kementerian seperti dikutip dari BBC, Minggu (28/11/2021).

Omicron merupakan varian COVID-19 terbaru yang dikategorikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke dalam kelompok variant of concern (VoC). Varian Omicron disebut ahli memiliki banyak mutasi yang kemungkinan berpengaruh terhadap kecepatan penularan dan kemampuan menimbulkan reinfeksi.

Pejabat Uni Afrika (AU), Ayoade Alakija, mengatakan kemunculan varian Omicron seharusnya jadi tanggung jawab negara maju. Ini karena Afrika tidak mendapat suplai vaksin yang cukup sehingga COVID-19 bisa lebih mudah menyebar dan memicu mutasi baru.

"Apa yang terjadi saat ini tidak dapat dihindari, ini adalah akibat dari kegagalan dunia menjalankan program vaksinasi secara adil, mendesak dan cepat. Ini akibat dari suplai vaksin yang diborong oleh negara-negara kaya, sikap yang seharusnya tidak bisa diterima," ungkap Ayoade.

"Larangan perjalanan ini hanya berdasarkan politik bukan sains. Mengapa kita mengunci Afrika bila virusnya sudah terdeteksi di tiga benua?" lanjutnya.

Cakupan vaksinasi di Afrika Selatan saat ini diketahui baru mencapai sekitar 24 persen dari populasi. Sebagian kasus infeksi yang disebabkan varian Omicron dilaporkan menyebabkan gejala nyeri dan kelelahan ekstrem.

Simak video '5 Arahan WHO Usai Temuan Varian Baru Covid-19 Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT