Senin, 29 Nov 2021 08:18 WIB

Round Up

Menkes Tegaskan Varian Omicron Belum Masuk RI

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Varian baru B.1.1.529 atau varian Omicron bikin seluruh dunia khawatir. Penyebaran varian ini disebut sangat cepat dan sudah terdeteksi di banyak negara.

Menanggapi kemunculan varian Omicron, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan varian yang memiliki banyak mutasi ini belum dtemukan di Indonesia.

"Sampai sekarang Indonesia belum teramati adanya varian Omicron ini," tegas Menkes Budi dalam konferensi pers di kanal Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Minggu (28/11/2021).

Sejak kemunculannya, varian ini sudah ditemukan di beberapa negara seperti Kanada, Inggris, Hong Kong sampai Prancis. Kombinasi mutasi disebut jadi penyebab varian Omicron bisa sangat menular.

Menkes Budi berjanji pemerintah akan memperketat pengawasan di pintu masuk Indonesia. Pengunjung dari luar negeri kini wajib karantina selama 7 hari dan semua sampel yang terdeteksi positif akan dilakukan tes genome sequencing.

"Kita akan pastikan semua kantor karantina pelabuhan di udara, laut, dan darat bekerja dengan keras. Kebijakan kita semua kedatangan internasional akan kita tes PCR, kalau positif genome sequence," bebernya.

Vaksin masih efektif?

Diwawancara terpisah, juru bicara vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan sejauh ini vaksin masih efektif mencegah penularan varian Omicron.

"(Vaksin) yang ada masih efektif walau diduga ada penurunan efikasi. Data pasti sedang diteliti lebih lanjut," kata Nadia.



Simak Video "Penegasan WHO soal Vaksin Covid-19 Bisa Kurangi Keparahan Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)