ADVERTISEMENT

Senin, 29 Nov 2021 05:18 WIB

Round Up

Bahaya Masker Katup, Biang Kerok Penularan Varian Omicron di Hong Kong

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Female wearing N95 Respiratory Protection Mask against air pollution. Healthcare concept Masker katup disebut memicu penularan COVID-19 varian Omicron di Hong Kong (Foto: Getty Images/iStockphoto/oatawa)
Jakarta -

Varian terbaru virus corona B.1.1.529 atau Omicron terdeteksi di sejumlah negara. Di Hong Kong, penularannya dikaitkan dengan penggunaan masker katup.

Dugaan ini didasari oleh hasil investigasi ahli mikrobiologi Yuwn Kwok Yung dari Universitas Hong Kong. Diberitakan oleh RTHK, hasil investigasi menunjukkan bahwa masker katup berkontribusi pada penularan varian Omicron.

Dihubungi detikcom, ahli pernapasan dari RS Paru Persahabatan dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K) mengatakan bahwa penggunaan masker paru memang berisiko. Untuk saat ini, masker rangkap alias double mask lebih disarankan.

"Masker katup itu hembusan napas dari pemakai keluar, sehingga kalau pemakai masker katup itu sakit COVID-19, maka udara yang keluar dari masker membahayakan sekitarnya, jadi tidak disarankan," ujar dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K), kepada detikHealth, Sabtu (27/11/2021).

Sejauh ini Hong Kong melaporkan dua kasus varian Omicron. Kasus pertama diyakini dibawa oleh seorang pria 36 tahun yang baru tiba dari Afrika Selatan pada 11 November, yang kemudian menularkan ke pria lain yang tinggal berdekatan.

KN95 FPP2 Corona Virus Protection face mask on a wooden desk with a laptop computer out of focus in the backgroundMasker katup Foto: Getty Images/iStockphoto/Javier Ruiz

Apa itu varian Omicron?

Organisasi kesehatan dunia WHO para 26 November 2021 telah menetapkan varian terbaru B.1.1.529 sebagai variant of concern (VOC) dengan kode Omicron. Meski disebut-sebut muncul di Bostwana, WHO dalam daftarnya menyebut 'multiple countries' di kolom dokumentasi awal.

Namun dalam pernyataan resminya, The Technical Advisory Group on SARS-CoV-2 Virus Evolution (TAG-VE), menyebut varian B.1.1.529 pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021. Varian ini mengandung sejumlah mutasi, sebagian di antaranya 'mengkhawatirkan'. Bukti awal menunjukkan adanya risiko reinfeksi yang lebih tinggi.

Dalam beberapa pekan belakangan, kasus infeksi meningkat tajam bersamaan dengan terdeteksinya B.1.1.529 yang belakangan diberi nama varian Omicron. Kasus pertama varian Omicron berasal dari spesimen tanggal 9 November 2021.

Belum terdeteksi di Indonesia

Dalam konferensi pers di channel Youtube Kemenko Bidang Maritim dan Investasi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan hingga saat ini varian Omicron belum terdeteksi di tanah air.

"Sampai sekarang indonesia belum teramati adanya varian Omicron," tegas Menkes Budi.

Meski demikian, kewaspadaan telah ditingkatkan. Disebutkan, jalur penerbangan dari negara yang terkonfirmasi memiliki kasus varian Omicron paling banyak adalah dari Hong Kong, Italia, dan Inggris, lalu disusul Afrika Selatan.

Menurut Menkes, semua jalur kedatangan internasional akan diperketat dengan tes PCR (polymerase chain reaction). Bila terkonfirmasi positif, akan menjalani genome sequence untuk mengetahui varian virusnya.

Bukan cuma jalur udara, jalur laut juga diperketat. Belajar dari pengalaman, varian Delta sebelumnya diyakini masuk Indonesia melalui jalur laut.



Simak Video "WHO Kerja Keras Selidiki Varian Baru Covid-19 B.1.1.529"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Manuver Dewan Kolonel, Hingga Dendam Lama
Manuver Dewan Kolonel, Hingga Dendam Lama Selengkapnya