ADVERTISEMENT

Senin, 29 Nov 2021 18:01 WIB

Dikaitkan Meninggalnya Ameer Azzikra, Infeksi Liver Bisa Fatal di Usia Muda?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Ameer Azzikra meninggal dunia Ameer Azzikra meninggal dunia. (Foto: Instagram Nadzira Shafa)
Jakarta -

Ameer Azzikra, anak kedua putra almarhum ustaz Arifin Ilham meninggal dunia, ia disebut mengalami komplikasi akibat infeksi paru dan liver. Adik Alvin Faiz tersebut meninggal di usia muda yakni 20 tahun.

Kabar duka tersebut diungkapkan sendiri oleh sang kakak, Alvin. Ia menyebutkan, semasa hidup sang adik, selalu dalam keadaan sehat.

"Masih sehat. Minggu lalu masih sehat. Sempat dirawat satu hari memang minggu lalu," kata Alvin Faiz usai pemakaman di Pondok Pesantren Azzikra Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/11/2021).

Lantaran selalu dalam kondisi sehat, keluarga bahkan mengira Ameer hanya kelelahan. "Iya kami keluarga pikirnya cuma kelelahan saja," ucap Alvin Faiz.


Penjelasan pakar

Dokter spesialis penyakit dalam Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, menjelaskan kemungkinan meninggalnya Ameer Azzikra di usia muda tidak hanya dipicu infeksi liver. Menurut dia, penyakit liver yang memicu kondisi fatal dalam waktu dekat sangat jarang terjadi. Terlebih, jika tak ada infeksi hepatitis akut atau sirosis hati.

"Liver itu bisa jadi kondisi komplikasi, bisa terlibat dari berbagai sebab. Jangan kita bilang infeksi liver itu fatal jika tidak ada gejala berat sebelumnya seperti mata kuning, muntah-muntah, tidak sadar," beber Prof Ari saat dihubungi detikcom Senin (29/11/2021).

"Usia masih 20 tahun, masih sehat, dia kemungkinan sebenarnya mengalami infeksi akut tiba-tiba, kemudian terjadi beragam macam komplikasi pada liver-nya terganggu, lambungnya bisa jadi terganggu," sambung dia.

Penyebab infeksi liver

Terkait penyakit yang diidap Ameer, merupakan penyakit yang menyerang organ hati manusia. Infeksi tersebut dapat membuat organ vital yang seharusnya berfungsi mencerna makanan, mengelola energi untuk tubuh, dan menyaring zat beracun dari dari, malah tidak bekerja semestinya.

Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab infeksi liver dipengaruhi beberapa faktor. Biasanya, disebabkan oleh infeksi seperti virus hepatitis A, B, dan C.

Tak hanya infeksi, kelainan sistem daya tahan tubuh (autoimun) juga dapat menyebabkan penyakit liver atau hati. Contohnya seperti hepatitis autoimun, kolangitis bilier, primer, dan kolangitis sklerosis primer.

Penyakit liver ternyata dapat disebabkan faktor genetika atau keturunan. Adanya gen abnormal yang diwariskan dari orangtua dapat menyebabkan zat tertentu menumpuk dan merusak liver.

Beberapa jenis penyakit liver akibat keturunan antara lain hemochromatosis, penyakit wilson, dan defisiensi antitripsin.

Gejala infeksi liver

Penyakit liver bisa dikenali dengan beberapa gejala seperti:

- Kulit dan bagian putih mata tampak kekuningan
- Perut sakit dan bengkak
- Bagian tungkai dan pergelangan kaki membesar
- Kulit gatal-gatal
- Warna urine gelap
- Warna kotoran air besar pucat
- Kerap merasa lemas dan mudah lelah
- Mual dan lemas
- Tidak nafsu makan
- Tubuh gampang memar.

Banyak orang yang menyepelekan penyakit ini lantaran tidak merasakan sakitnya. Sehingga, penyakit liver baru terdeteksi saat stadium akhir atau sudah adanya kerusakan pada hati.

Penyakit liver yang sudah parah dan tidak bisa disembuhkan dapat menyebabkan gagal hati, kanker hati, bahkan kematian.



Simak Video "Dokter Spesialis Paru Bicara soal Viral Emak-emak Inhalasi Hidrogen"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT