Selasa, 30 Nov 2021 06:32 WIB

Hari AIDS Sedunia

Muncul Pertama di Afsel, Ada Kaitan COVID Varian Omicron dengan HIV?

Nafilah Sri Sagita K, Vidya Pinandhita - detikHealth
A student poses as she displays her face and hands painted with messages during an HIV/AIDS awareness campaign on the eve of World AIDS Day in Chandigarh, India, November 30, 2018. REUTERS/Ajay Verma     TPX IMAGES OF THE DAY Hari AIDS Sedunia 2021, ada kaitan antara HIV dan varian Omicron? (Foto: Reuters)
Jakarta -

Varian terbaru COVID-19 B.1.1.529 atau varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan yang memiliki kasus HIV (human immunodeficiency virus) relatif tinggi. Karenanya, varian Omicron banyak dikaitkan dengan HIV.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid, dalam konferensi pers Hari AIDS Sedunia 2021 menyinggung kaitan varian Omron dengan HIV di Afrika Selatan. Menurutnya, varian ini memang banyak ditemukan pada orang-orang dengan HIV (ODHA).

"Jadi kasus terjadinya varian baru ini (varian Omicron) didapatkan pada orang dengan status HIV yang belum mendapatkan vaksinasi dan yang sudah mendapatkan vaksinasi," terangnya dalam konferensi pers virtual terkait Hari AIDS Sedunia 2021, Senin (29/11/2021).

Hal yang sama juga terjadi pada varian Beta B.1.351, yang juga pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. Sama seperti varian Omicron, varian Beta juga ditemukan lebih banyak pada pengidap HIV.

Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, juga menyoroti kaitan HIV dengan kemunculan varian Omicron di Afrika Selatan. Banyaknya pengidap HIV-AIDS di wilayah itu menurutnya mendorong mutasi bertahan lebih lama.

"Omicron ini lahir di Afrika, catatan sangat pentingnya adalah Afrika suatu negara yang memiliki banyak kasus dengan immunocompromised, masalah imunitas yang dalam hal ini banyak yang mengidap HIV-AIDS, ini salah satu hipotesis saya," jelas Dicky kepada detikcom.

"Jadi pada pengidap seperti itu, akan sangat lama virus bisa diam bermutasi dalam tubuh, dan itu memberikan kesempatan kecepatan mutasi yang banyak sehingga lahir satu varian dari sekian mutasi yang terjadi, probabilitas yang terjadi itu akan semakin besar timbul suatu varian yang akhirnya super," lanjutnya.



Simak Video "WHO Soroti Ketimpangan Perawatan HIV di Hari AIDS Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)