Selasa, 30 Nov 2021 13:00 WIB

3 Jenis Masker Rekomendasi Dokter Paru Agar Terhindari dari Varian Omicron

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
masker ganda Pakai masker cegah COVID-19.(Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Varian COVID-19 Omicron atau Corona B.1.1529 yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, dianggap lebih berbahaya dari varian-varian sebelumnya.

Sampai saat ini, varian Omicron telah terdeteksi di Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan dan Zimbabwe, Belgia, Israel, hingga Hong Kong. Karenanya, banyak negara yang sigap menutup pintu internasional bagi pendatang dari Afrika Selatan.

Menanggapi varian tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) FISR, FAPSR, menyarankan beberapa masker yang efektif dalam memenangkan varian baru virus Corona seperti varian Omicron.

1. Masker bedah

Masker medis biasa digunakan para dokter atau perawat untuk melakukan operasi di rumah sakit. Fungsinya sendiri guna menghambat penyebaran infeksi, menghalau kimia, gas, atau uap. Karena fungsinya mencegah infeksi, masker medis paling tepat untuk mencegah penularan virus corona dan efektif menghadang droplet berasal dari mulut atau hidung pemakainya.

Mengutip dari WHO dalam "Buku 2 Pengendalian COVID-19" dari Satgas Penangan COVID-19, masker medis atau bedah dapat menyaring hingga 80-85 persen partikel yang dihirup.

Masker ini hanya sekali pakai dengan durasi maksimum 4 jam dan harus diganti jika dalam keadaan lembab dan/atau basah. setelah itu harus dibuang sesuai prosedur pembuangan limbah medis.

2. Masker Kain

Sedangkan untuk masker kain, diharuskan berbahan dasar katun. Masker katun aman dipakai sehari-hari guna mencegah penyebaran virus Corona karena memiliki tiga lapis dan pori-pori kain sangat rapat.

Untuk efektifitas masker kain sebesar 50-70 persen, bisa dicuci kemudian dipakai kembali. Pemakaian maksimal 4 jam, seingga pengguna disarankan membawa masker cadangan.

3. Masker N95

Sementara untuk tenaga medis, dr Agus tetap mewajibkan untuk para nakes menggunakan masker N95. Masker jenis ini memiliki tingkat filtrasi lebih tinggi dibanding jenis masker lain.

"Kalau masker bedah dan masker kain hanya memfiltrasi kurang dari 70 persen partikel sehingga tidak cocok untuk penggunaan medis. Tapi kalau untuk masyarakat disarankan menggunakan double mask," terang dr Agus

Virus COVID-19 varian Omicron kemungkinan besar disebabkan penggunaan masker katup. Meski demikian, hal ini masih dalam penelitian.



Simak Video "Rekomendasi Masker untuk Mudik Lebaran dari Satgas Covid"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)