Kamis, 02 Des 2021 12:00 WIB

Kabar Baik dari WHO soal Situasi Pandemi COVID-19 di RI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Kabar baik dari WHO terkait situasi pandemi COVID-19 di RI. (Foto ilustrasi: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Angka positivity rate Corona di Indonesia terus menurun di bawah 2 persen. Penurunan signifikan terjadi setelah puncak kasus Juli hingga Agustus lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan mingguan terbaru per 1 Desember menyoroti rendahnya positivity rate Indonesia yang sudah berjalan 10 pekan berturut-turut. Meski begitu, WHO menekankan angka positivity rate bisa diandalkan jika mengikuti standar testing.

Kabar baiknya, sejak pertengahan Mei lalu jumlah testing COVID-19 di Tanah Air sudah menyentuh target WHO. Bahkan, berkali-kali lipat lebih tinggi dari WHO.

"Sejak pertengahan Mei 2021, tingkat testing lebih dari 1 per 1.000 populasi per minggu telah dipertahankan; dalam sebelas pekan terakhir," beber WHO.

"Angkanya lebih dari 4 per 1.000 penduduk per minggu. Sangat penting untuk memastikan kelanjutan dari strategi pengujian yang ketat untuk mengidentifikasi kasus COVID-19 dengan cepat di antara kasus suspek dan kontak dekat," jelas WHO.

WHO juga menjelaskan insiden kasus Corona di semua wilayah turun signifikan sejak Agustus 2021. Meski begitu Indonesia tetap diimbau untuk melihat risiko penyebaran kasus dan kemungkinan munculnya klaster Corona.

"Sangat penting bagi setiap tingkat administratif untuk memantau dengan cermat setiap cluster yang mungkin untuk memastikan respons yang cepat dan penahanan potensi wabah," sorot WHO.

"Pelacakan kontak yang lengkap untuk setiap kasus yang teridentifikasi sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi," pungkas dia.



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)