ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Des 2021 17:31 WIB

Terkuak! Dubes RI Buka-bukaan Pemicu Gelombang Empat COVID-19 Eropa

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sempat longgarkan pembatasan dengan cabut aturan masker-jaga jarak, Belanda kini diamuk Corona lagi. Kasus COVID-19 negara itu melonjak beberapa hari terakhir. Ilustrasi penyebab gelombang empat COVID-19 Eropa menurut Dubes RI. Foto: Getty Images
Jakarta -

Sejumlah negara Eropa dihantam gelombang keempat COVID-19, munculnya varian Omicron juga menjadi ancaman baru. Rupanya, ada sejumlah kondisi yang diduga menjadi penyebab gelombang empat COVID-19 Eropa. Penyebab pertama, yakni vaksinasi tidak merata meski cakupan persentasenya relatif besar.

"Ada beberapa faktor penularan. Pertama tentunya vaksin di sini tidak merata. Meskipun kedua negara ini practically hampir 76 persen sudah divaksin tapi banyak yang belum divaksin," ujar Dubes RI untuk Belgia merangkap Luksemburg dan Uni Eropa, Andri Hadi, dalam konferensi pers virtual, Kamis (2/12/2021).

"Sebenarnya ini di Eropa itu umumnya sebagian besar itu infection to the unvaccinated, infeksi terjadi pada orang-orang sebagian besar belum divaksin atau tidak mau divaksin. Itu faktor pertama," sambungnya.

Penyebab kedua, menurut Andri, yakni lalai penerapan protokol kesehatan dan relaksasi aturan penanganan COVID-19 yang terlalu cepat. Ia mengisahkan, misalnya di Belanda pada Mei lalu, orang-orang cenderung santai beraktivitas di tempat umum tanpa menggunakan masker.

Namun memang tak semua negara mengalami situasi serupa. Misalnya di Belgia, masyarakat baru berani beraktivitas santai tanpa masker ketika sudah ada pengumuman resmi bahwa masker tak lagi wajib dikenakan.

"Jadi saya ke Belanda jalan-jalan di bulan Mei, practically tidak ada orang pakai masker. Itu sebelum summer. Jadi di dalam mal, saya sempat di Belgia umumnya masih pakai masker. Tapi waktu ke Belanda ada meeting koordinasi dan itu practically jarang sekali orang pakai masker di dalam restoran, mal," bebernya.

"Menurut saya ini yang membuat terlalu cepat relaksasinya, tidak memperhitungkan faktor. Di Belgia starting Agustus ketika mengatakan di sini bebas masker, maksudnya bebas tidak obligation, di mal-mal dibuka juga masker, kecuali kalau kita naik transportasi baru itu sifatnya wajib," lanjut Andri.

Terakhir ia menambahkan, penerapan protokol kesehatan di Indonesia jauh lebih baik dibanding negara-negara Eropa. Ia mengapresiasi keberhasilan RI dalam menekan lonjakan kasus COVID-19.

"Terus terang kita bangga sama teman-teman bangsa kita yang boleh dikatakan lebih patuh mengikuti imbauan pemerintah untuk selalu menggunakan masker," pungkas Andri.



Simak Video "Polandia Dihantam Gelombang Kelima Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Manuver Dewan Kolonel, Hingga Dendam Lama
Manuver Dewan Kolonel, Hingga Dendam Lama Selengkapnya