ADVERTISEMENT

Jumat, 03 Des 2021 09:33 WIB

Bukan Cuma Usia, 6 Faktor Ini Ternyata Sebabkan Massa Otot Berkurang

Inkana Putri - detikHealth
Ilustrasi Cidera Otot Foto: Shutterstock
Jakarta -

Berkurangnya massa otot seringkali dianggap wajar seiring usia bertambah. Padahal, faktor penyebab massa otot berkurang juga bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti gaya hidup yang kurang sehat, masalah metabolisme, dan gangguan kesehatan lainnya.

Berkurangnya massa otot juga bisa menjadi tanda penyakit kronis atau masalah kesehatan mental. Apalagi jika hal ini juga dibarengi dengan masalah kesehatan lainnya seperti demam, kelelahan, diare, atau berkurangnya berat badan. Adapun kondisi ini bisa menandakan adanya gejala parah pada tubuh.

Oleh karena itu, penting bagi Anda mengetahui faktor penyebab berkurangnya massa otot sejak dini. Dilansir dari bouyhealth, berikut beberapa hal yang bisa mempengaruhi pengurangan massa otot pada tubuh.

Faktor Gaya Hidup

Gaya hidup merupakan salah satu faktor yang bisa membuat massa otot berkurang. Salah satunya seperti penerapan pola makan yang tak seimbang, yakni dengan mengonsumsi lebih banyak kalori dan sedikit protein. Padahal, protein berperan penting dalam membangun otot-otot, sementara kalori justru bisa menambah lemak pada tubuh.

Selain pola makan, gaya hidup lainnya yang juga berpengaruh terhadap massa otot adalah olahraga. Meski baik bagi tubuh, ternyata ada beberapa olahraga yang justru dapat menurunkan massa otot seperti jogging, lari maraton, hingga bersepeda.

Faktor Metabolik

Hilangnya massa otot juga berhubungan dengan beberapa proses metabolisme, salah satunya malnutrisi. Kurangnya asupan nutrisi dan gizi yang sangat buruk dapat membuat hilangnya massa otot. Pasalnya, malnutrisi menyebabkan tubuh tak dapat memproses makanan menjadi energi sehingga terpaksa menggunakan otot sebagai energi. Hal ini juga bisa berdampak terhadap penurunan berat badan yang kemudian berdampak terhadap berkurangnya massa otot.

Faktor Inflamasi

Faktor inflamasi seperti penyakit autoimun ternyata juga mempengaruhi massa otot. Pasalnya, penyakit autoimun mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh akan terganggu sehingga menyerang jaringan tubuh. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat berdampak terhadap penurunan massa otot hingga berat badan karena penggunaan energi yang besar. Selain autoimun, penyakit menular juga bisa menyebabkan infeksi kronis yang membuat penurunan massa otot saat tubuh memecah jaring sebagai sumber energi.

Gangguan Kejiwaan

Gangguan psikiatri atau kejiwaan berhubungan dengan perasaan, emosi, hingga perilaku sehari-hari. Misalnya seperti gangguan mood tertentu, seperti depresi yang dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama, seseorang dapat kehilangan massa ototnya. Mengingat gangguan makan juga mempengaruhi asupan nutrisi mereka.

HIV/AID

Human Immunodeficiency Virus (HIV) mengadu pada virus yang dapat membunuh atau merusak sel sistem kekebalan tubuh. Saat virus ini menyerang, seseorang dapat mengidap AIDS, yakni kondisi sistem kekebalan tubuh menjadi sangat lemah dan sulit melawan infeksi lain. Dalam hal ini, orang dalam HIV (ODHA) akan memungkikan mengalami malnutrisi sehingga menyebabkan tubuhnya kehilangan berat badan serta massa otot.

Masalah Saraf Bahu

Masalah saraf bahu atau plexopathy brachialis biasanya terjadi pada jaringan saraf antara leher dan bahu, yang menghubungkan saraf sumsum tulang belakang ke lengan. Adapun masalah ini biasanya disebabkan oleh cedera olahraga atau kecelakaan mobil, yang membuat bahu meregang ke bawah, dan leher meregang ke atas. Kondisi ini tentunya dapat merusak saraf dan menyebabkan plexopathy brachialis.

Saat terjadi kerusakan, biasanya akan terjadi gejala berupa mati rasa, sensasi terbakar pada lengan, atau tubuh menjadi lemah. Bahkan, cedera yang parah dapat berakibatkan pada kelumpuhan dan hilangnya rasa pada lengan. Kondisi ini tentunya akan membuat tubuh sulit melakukan aktivitas fisik sehingga otot pun tak mendapat rangsangan. Padahal, aktivitas fisik merupakan salah satu cara untuk merangsang dan membangun massa otot menjadi lebih kuat.

Jika Anda sudah mengetahui faktor penyebab berkurangnya massa otot maka ada baiknya untuk mulai mencegah hal tersebut agar terhindar dari risiko penyakit kronis lainnya. Salah satunya, dengan mengkonsumsi susu bernutrisi lengkap dan seimbang seperti Ensure yang mampu dukung kekuatan dan massa otot, terlebih lagi kebutuhan protein yang meningkat seiring bertambah usia.

Ensure memiliki nutrisi lengkap seimbang dengan kandungan triple protein, yakni kombinasi formula unik whey, kasein dan soya, serta omega 3 dan 6, 14 vitamin dan 9 mineral, rendah laktosa, dan nutrisi penting lainnya yang baik bagi kesehatan tubuh. Selain itu, Anda juga perlu menjaga diet yang seimbang, serta melatih kekuatan dengan berolahraga secara teratur agar massa otot tetap terjaga untuk masa depan di hari tua.

Ensure juga memiliki uji klinis serta merupakan brand nutrisi dewasa dengan penjualan nomor 1 di dunia, Untuk informasi lebih lanjut mengenai gaya hidup sehat bisa mengakses ensure.co.id.



Simak Video "Bersama Ensure Membuat Olahan Dasar Cokelat yang Sehat "
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Eureka
×
Bumi di Akhir Zaman
Bumi di Akhir Zaman Selengkapnya