Sabtu, 04 Des 2021 19:00 WIB

Tolong! Kulit Bayi Eliza Kerap Melepuh karena Penyakit Langka

Hartaty Varadifa - detikHealth
Bayi Eliza menderita kelainan kulit langka (campaign donasi BerbuatBaik) Eliza. Foto: BerbuatBaik)
Jakarta -

Tidak seperti bayi pada umumnya, Eliza Laila Rahma yang masih berusia 11 bulan harus menahan rasa sakit karena terdapat lepuhan yang merah pada kulitnya.

Sang ibu, Halimatun, menjelaskan bahwa pada awalnya timbul benjolan-benjolan kecil berwarna merah yang tampak seperti lepuhan pada bagian kulit tangan, kaki, dan perut Eliza.

"Awalnya merah merah timbul lepuhan, awalnya kecil setitik, setiap hari pasti luka tangan kaki perut," kata Halimatun pada kanal Youtube CNN Indonesia.

Halimatun juga mengungkapkan tumbuh kembang Eliza pun terhambat akibat dari penyakit langka ini. Sehingga Eliza hanya memiliki berat 6 kilo tidak seperti bayi sepantaran dengannya yang bisa mencapai berat 8-9 kilo. Penyakit langka ini bahkan membuat Eliza sulit untuk merangkak dan duduk karena harus menahan rasa sakit yang ia alami.

Setelah dibawa ke rumah sakit, ternyata bayi 11 bulan ini didiagnosa mengidap epidermolisis bulosa. Istilah ini juga disebut dengan genetik langka yang dapat menyebabkan kulit melepuh karena gesekan, dan kulit menjadi sangat rapuh.

Lalu apa sebenarnya epidermolisis bulosa yang disebut dengan penyakit langka ini? Berikut penjelasan yang telah dirangkum oleh detikhealth dari berbagai sumber.

Epidermolisis bulosa merupakan penyakit langka yang menyebabkan kulit rapuh dan melepuh. Lepuhan ini muncul sebagai respons terhadap cedera ringan, bahkan dari panas, gesekan, dan goresan. Jika semakin parah lepuhan juga bisa muncul di bagian dalam tubuh seperti pada lapisan mulut dan perut.

Kondisi ini biasanya muncul pada masa bayi atau anak usia dini yang jarang terlihat tanda dan gejalanya sampai remaja atau dewasa awal.

Epidermolisis bulosa disebabkan oleh mutasi gen yang membuat kulit menjadi lebih rapuh.

Seorang anak dengan epidermolisis bulosa kemungkinan besar karena mewarisi gen yang salah dari orang tua yang juga memiliki epidermolisis bulosa. Atau mereka mungkin mewarisi gen yang salah dari kedua orang tua yang hanya "carriers" tetapi tidak memiliki Epidermolisis bulosa itu sendiri. Perubahan gen juga bisa terjadi secara kebetulan, ketika tidak ada orang tua yang menjadi carrier.

Adapun gejala umum pada epidermolisis bulosa yaitu:

  • Kulit yang mudah melepuh
  • Terdapat lecet di tangan dan telapak kaki
  • Kulit menebal yang mungkin terluka atau berubah warna seiring waktu
  • Penebalan kulit dan kuku

#sahabatbaik jangan biarkan tumbuh kembang bayi Eliza terganggu dan sering menangis karena perih di sekujur tubuhnya. Kamu bisa membantu menyembuhkan luka Eliza lewat BerbuatBaik dengan klik link donasi di sini.

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Kamu juga bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial yang kamu pilih, kamu bisa mendaftar menjadi Relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas kamu dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai sekarang dengan berdonasi lewat LINK INI.

Informasi lebih lanjut bisa dilihat di situs BerbuatBaik dan ikuti media sosial BerbuatBaik Instagram @berbuatbaikofficial dan Hotline WA: 0823-0823-9111



Simak Video "Mengenal Cutis Laxa, Penyebab Bayi Berwajah Keriput"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)