Selasa, 07 Des 2021 17:39 WIB

Mengenal Adhesi Usus, Diidap Supermodel yang Kondisinya Kini Mengenaskan

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Model Hong Kong yang terobesi kurus usai dikomentari mantan suami. Foto: dok inf.news
Jakarta -

Seorang model asal Hong Kong bernama Wu Zhiheng kerap menjadi perhatian setelah nasib naas yang dialaminya usai menikah dengan Guo Yongchun, anak dari pendiri Hong Kong Wing On Department Store.

Dikutip dari inf.news, Selasa (7/12/2021), Wu Zhiheng dan Guo Yongchun diketahui menikah pada 2000 lalu. Setelah menikah, sang model akhirnya memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan berhenti dari dunia hiburan yang membesarkan namanya.

Setelah memutuskan menjadi ibu rumah tangga, Guo Yongchun meminta sang istri agar kembali menjaga badannya. Sebab, ia dinilai terlalu berisi semenjak berhenti dari dunia hiburan.

Ucapan sang suami tersebut nampaknya membuat Wu Zhiheng ingin melakukan berbagai cara agar postur tubuhnya kembali seperti sedia kala, mulai dari diet ekstrim hingga mencoba berbagai bermacam operasi. Akhirnya, Wu Zhiheng mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis yakni sebanyak 44 kg.

Lantaran terlalu terobsesi menurunkan berat badannya, ia didiagnosa mengalami adhesi usus atau perlengketan usus karena dirinya melakukan cukup banyak jenis operasi.

Lantas apa itu adhesi usus?

Dalam kondisi normal, permukaan organ dan dinding perut di dalam tubuh tidak akan saling menempel bahkan saat kita bergerak. Sedangkan ketika seseorang mengalami perlengketan usus (adhesi usus), jaringan pencernaan dan otot menempel pada dinding abdomen (perut).

Kondisi tersebut biasanya terjadi lantaran adanya luka pada jaringan antar organ. Akibatnya, usus saling menempel.

Menurut dr Errawan Wiradisuria, SpB-KBD, MKes, Spesialis Bedah dan Konsultan Bedah Digestif dan Laparoskopi RS Premier Bintaro, seseorang mengalami dapat mengalami perlekatan usus karena berbagai hal. Bisa saja karena mengalami usus buntu pecah, mengalami penyakit kandungan, atau terkena infeksi.

Penyebab adhesi usus

Lebih lanjut dr Errawan menjelaskan, bahwa tidak ada faktor luar seperti makanan tertentu yang dapat menyebabkan perlengketan usus.

"Kalau makanan nggak ada ya, paling sering karena infeksi habis operasi itu," tutur dr Errawan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, orang yang pernah operasi sekitar usus biasanya paling sering terkena masalah usus lengket.

"Orang yang pernah dioperasi punya resiko perlengketan usus lebih besar ketimbang orang yang tidak pernah dioperasi," jelas Dr Errawan.

Menurut dr Errawan, hal ini karena proses operasi memungkinkan terjadinya manipulasi usus, pemindahan usus sementara dan pendarahan, sehingga berpotensi menimbulkan infeksi dan menyebabkan perlengketan usus.

"Misalnya ada preman berantem kena tusuk, itu kan bolong ususnya. Kalau bolong kan kotoran atau fesesnya jadi keluar. Kotoran itu harus kita cuci dan usus yang bolong harus kita jahit. Nah, bekas feses, bekas kotoran atau bekas darah itu walaupun sudah dibersihkan sampai jernih, kalau ada infeksi tetap saja berpotensi menyebabkan perlengketan usus," jelas Dr Errawan yang lulus S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.

Faktor lain penyebab adhesi usus

dr Errawan juga memberikan beberapa rincian soal faktor kemungkinan seseorang mengidap adesis, seperti:

  • Keturunan
  • Infeksi
  • Masalah operasi yang kurang bersih atau tidak dibersihkan secara maksimal
  • Penyakit kandungan endometriosis
  • TBC usus

"Misalnya waktu operasi ada pendarahan, ada pendarahan nyucinya nggak bersih atau tidak terlalu maksimal, maka sisa-sisa darah bisa menjadi fibrin (gumpalan darah). Fibrin itulah yang menjadi seperti sarang laba-laba, seperti tali. Atau seperti kasus infeksi karena usus buntu yang pecah, usus buntu yang pecah kan harus dioperasi, tapi kalau dia punya bakat berpotensi untuk infeksi, karena kalau usus pecah kan kotoran yang seharusnya dibuang di WC jd dibuang di situ, jadi bisa menyebabkan perlengketan," tutur dr Errawan yang juga berpraktik di Sub Bagian Bedah Digestif RSUP Persahabatan.



Simak Video "Minum Kopi Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)