Rabu, 08 Des 2021 11:25 WIB

Bikin Aprilio Manganang Menderita Selama 28 Tahun, Apa Itu Hipospadia?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pengadilan Negeri Tondano memutuskan status jenis kelamin Serda Aprilio Perkasa Manganang berganti menjadi laki-laki. Aprilio terlihat bahagia dengan utusan tersebut. Aprlio Manganang. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Sempat viral beberapa waktu lalu, seorang pria bernama Aprilio Manganang yang berganti kelamin dari wanita menjadi pria. Sebelumnya mantan atlet voli nasional tersebut diketahui memiliki nama Aprilia Santini Manganang.

Dalam podcast Deddy Corbuzier, Aprilio Manganang membagikan kisahnya yang mengidap kelainan hipospadia selama 28 tahun.

"Selama 28 tahun jadi seorang wanita. Dari TK, SD, SMP, SMA pakai rok, make-up, dan dalaman wanita," ujar Aprilio dalam podcast Deddy Corbuzier, Selasa (7/11/2021).

"Saya memiliki kelainan hipospadia yang baru saya ketahui saat pemeriksaan kemaren," kata Aprilio.

Apa itu hipospadia?

Hipospadia adalah kelainan bawaan lahir di mana posisi uretra (lubang kecing) laki-laki terletak di bawah penis. Pada kondisi normal, lubang uretra terletak di ujung penis.

Bagaimana gejala hipospadia?

Secara umum, hipospadia tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, kondisi ini akan menganggu pengidapnya. Berikut gejala hipospadia:

  • Lubang uretra berada di bawah penis
  • Percikan urin tidak normal saat buang air kecil
  • Bentuk penis melengkung ke bawah
  • Kulup hanya menutupi bagian atas kepala penis
  • Apa penyebab dan faktor risiko hipospadia?

Hingga saat ini penyebab hipospadia masih belum diketahui secara pasti. Berdasarkan penelitian yang dilakukan CDC, berikut beberapa faktor risiko bayi laki-laki dengan hipospadia:

  • Usia ibu hamil di atas 35 tahun disertai obesitas
  • Ibu hamil yang menjalankan terapi kesuburan tertentu untuk membantu kehamilan
  • Wanita yang konsumsi hormon tertentu sebelum atau selama kehamilan

Bagaimana penanganan hipospadia?

Penanganan hipospadia berbeda-beda, tergantung dengan jenis cacat yang diderita. Namun, sebagian besar penanganan kasus hipospadia dilakukan melalui pembedahan atau operasi untuk memperbaiki kelainan tersebut.

Biasanya pembedahan akan dilakukan saat anak laki-laki berusia antara 3 hingga 18 bulan.



Simak Video "Indonesia Didominasi Varian Omicron, Termasuk BA.4-BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)