Duduk Perkara 'Temuan' Omicron di Bekasi, Akhirnya Dibantah Ramai-ramai

ADVERTISEMENT

Round Up

Duduk Perkara 'Temuan' Omicron di Bekasi, Akhirnya Dibantah Ramai-ramai

Vidya Pinandhita, Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 09 Des 2021 05:00 WIB
Omicron Corona Virus Variant
Temuan Omicron di Indonesia ternyata tidak benar (Foto: Getty Images/iStockphoto/MCCAIG)
Jakarta -

Sempat beredar narasi viral menyebut 4 Warga DKI terpapar varian Omicron di Bekasi. Jika benar, maka ini menjadi kasus konfirmasi pertama di Indonesia.

Namun tak berapa lama, bantahan muncul bertubi-tubi. Bantahan pertama disampaikan langsung oleh Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr Maxi Rein Rondonuwu.

"Kami belum menemukan. Sampai saat ini pemerintah masih menggencarkan whole genome sequencing," beber dr Maxi, Rabu (8/12/2021).

Bantahan ini kembali ditegaskan oleh juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi. "Belum ada," tegasnya.

Sementara itu, kepala seksi surveilans epidemiologi dan imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama memastikan belum ada warganya yang terinfeksi varian Omicron.

"Hoax. Sedang kita siapkan rilis penjelasannya," beber Ngabila kepada detikcom Rabu (8/12/2021).

Jadi bagaimana duduk perkara sebenarnya?

Kepala Dinas Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, angkat bicara menganggapi kesimpangsiuran tersebut. Ia memastikan kabar tersebut tidak benar.

"Saya coba jelaskan waktu rapat dengan Pak Bupati bahwa berita itu tidak benar, itu bukan warga kabupaten Bekasi. Angkanya juga salah. Seharusnya cuma tiga WNI. Dari 19 orang yang diperiksa seharusnya cuma tiga orang yang WNI, dan 16-nya WNA," jelasnya.

Menurut Enny, kasus yang dimaksud sebenarnya sudah lama disampaikan yakni pada 23 November. Para pasien sudah karantina dan dipastikan tidak terinfeksi Omicron.

"Itu semua bukan alamatnya kabupaten Bekasi. Sekarang sudah dikarantina, ada di Wisma Atlet, ada di Hotel Permata sebenarnya. Tapi saya sebutkan kemarin itu di Wisma Atlet semua dan tanggalnya sudah lama. Tanggal 23 (November). Jadi bukan Omicron yang dikhawatirkan," sambungnya.



Simak Video "Temuan Terkini Terkait Subvarian Omicron BN.1"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT