Jumat, 10 Des 2021 06:00 WIB

Banyak Temuan Kasus, HIV Jateng Tertinggi ke-4 di Indonesia

Vidya Pinandhita - detikHealth
HIV - sexually transmitted disease blood test and treatment Ilustrasi temuan kasus HIV di Jateng (Foto: iStock)
Boyolali -

Jawa Tengah dikabarkan menjadi salah satu provinsi dengan jumlah kasus terbanyak HIV (Human Immunodeficiency Virus) terbanyak di Indonesia. Namun Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Tengah menyebut, hal itu justru kabar baik. Mengapa demikian?

"Kalau temuannya banyak, itu bagus. Karena apa? Seperti fenomena gunung es yang kelihatan sedikit, belum ditemukan banyak. Kalau kita nggak cari nggak akan ketemu-ketemu, padahal banyak," kata Kadinkes Jateng, dr Yulianto Prabowo, saat ditemui detikcom di Boyolali, Kamis (9/12/2021).

Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung kabar Jawa Tengah menjadi wilayah dengan jumlah kasus HIV terbanyak ke-4 di Indonesia.

Baginya, kabar tersebut adalah kabar baik. Sebab artinya, kasus-kasus HIV yang ada terdeteksi dan berpotensi tertangani dengan tepat.

"Kalau Jawa Tengah nomor 4 (kasus HIV terbanyak) di Indonesia, ya nggak apa-apa. Semakin mencari, semakin banyak ditemukan. Kalau kita berpangku tangan tidak mencari, tidak ditemukan, tahu-tahu meninggal," imbuh Yulianto.

"Prevalensinya sudah diketahui sebenarnya. Kalau nggak salah Jawa Tengah itu 52 ribu kasusnya, tapi baru ditemukan 36 ribu. Sama di Indonesia juga belum 100 persen. Jadi nggak apa-apa ditemukan banyak lebih bagus. Tapi jangan kasusnya tambah banyak. Temuannya yang banyak," lanjutnya.

Yulianto menyinggung target nol kasus baru HIV di Indonesia pada 2030.

"Memang kita kan ingin ada tiga 'zero'. Itu tidak ada kasus baru HIV, kedua tidak ada kematian akibat AIDS, ketiga tidak ada diskriminasi. Ini target kita tiga itu di tahun 2030 yang artinya sebentar lagi," pungkasnya.



Simak Video "Apa Kaitannya HIV/AIDS dengan Varian Omicron?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)