Kamis, 16 Des 2021 09:50 WIB

Suntik Booster Vaksin COVID-19 Harus Pakai Merek Apa? Begini Kata Pakar AS

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksinasi Pfizer di Bekasi sudah dibuka di beberapa tempat. Vaksin itu pun dibuka untuk anak usia 12 tahun ke atas dan ibu hamil. Ilustrasi paparan pakar penyakit AS soal jenis booster vaksin COVID-19 untuk varian Omicron. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pakar penyakit menular Amerika Serikat, Anthony Fauci, menyebut tak diperlukan jenis vaksin COVID-19 khusus untuk melawan varian Omicron. Menruutnya, vaksin-vaksin COVID-19 yang digunakan sebagai booster kini efektif bekerja melawan varian Omicron.

"Regimen vaksin booster kami bekerja melawan Omicron. Pada titik ini, tidak perlu booster khusus varian," kata Fauci, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (16/12/2021).

Menurutnya, dua dosis vaksin COVID-19 Moderna memiliki kemampuan penetralan yang rendah terhadap varian Omicron. Namun setelah suntikan dosis ketiga, terdapat peningkatan kemampuan penetralan.

"Namun, jika Anda melihat dua minggu setelah dosis ketiga, perhatikan tingkat peningkatan yang substansial dari judul penetral; baik dalam kisaran penetral Omicron," beber Fauci lebih lanjut.

Hal serupa disampaikan oleh pihak vaksin COVID-19 Pfizer pada pekan lalu. Disebutkan, tiga suntikan vaksin COVID-19 mampu menetralkan varian Omicron berdasarkan tes laboratorium. Akan tetapi, dua dosis suntikan menghasilkan antibodi penetralisir yang lebih rendah.

Lebih lanjut soal Omicron

Terkait kabar varian Omicron yang menular lebih cepat dibandingkan varian Delta, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Rochelle Walensky, menambahkan, varian Delta masih menjadi penyebab sebagian besar kasus COVID-19 di Amerika Serikat.

"Kami berharap untuk melihat proporsi kasus Omicron di sini di Amerika Serikat terus tumbuh dalam beberapa minggu mendatang. Data awal menunjukkan bahwa Omicron lebih menular daripada Delta, dengan waktu dua kali lipat sekitar dua hari," kata Walensky.

Di Indonesia, pemberian booster vaksin COVID-19 bakal dimulai 1 Januari 2022. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut percepatan booster adalah langkah antisipatif terhadap risiko penyebaran varian Omicron di RI.

"Memang tadinya kami merencanakan booster itu sudah 70 persen dari target vaksinasi 208 juta itu sudah suntik pertama dan 50 persen dari target populasi yang ditarget sudah disuntik. Mengapa kemudian pemikiran dipercepat? Karena yang terjadi terakhir varian Omicron, di mana dalam tiga minggu terakhir masih ada ketidak pastian," ujar Menkes dalam Raker Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan RI, Selasa (14/12/2021).



Simak Video "CDC AS: Booster Covid-19 Bantu Lindungi dari Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)