Jumat, 17 Des 2021 15:31 WIB

Ketahui Tanda-Tanda Kolesterol Tinggi dan Cara Mencegahnya

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Kebiasaan Makan yang dapat Memicu Kolesterol Tinggi Waspada tanda kolesterol tinggi. (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Tanda kolesterol tinggi perlu diwaspadai sedini mungkin agar bisa segera dicegah. Pasalnya, memiliki kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kondisi kesehatan lainnya.

Kolesterol adalah zat seperti lilin yang terdapat di semua sel dalam tubuh. Pada dasarnya, tubuh manusia membutuhkan senyawa ini untuk membantu memproduksi sel-sel sehat, sejumlah hormon, serta vitamin D.

Sebagian besar kolesterol diproduksi di hati, sedangkan sebagian lainnya bisa didapat dari makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Ada dua jenis kolesterol pada tubuh, yakni kolesterol baik atau High-density lipoprotein (HDL) dan kolesterol jahat atau Low-density lipoprotein (LDL).

Kolesterol baik berfungsi untuk mengembalikan kolesterol jahat ke hati untuk dikeluarkan dari tubuh. Jika memiliki kadar kolesterol baik (HDL) yang sehat, ini dapat membantu menurunkan risiko darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

Sebaliknya, jika kadar kolesterol jahat (LDL) terlalu tinggi, maka timbunan lemak akan menumpuk di pembuluh darah. Endapan ini akan mempersulit darah yang cukup untuk mengalir melalui arteri dan menyebabkan masalah di seluruh tubuh, terutama di jantung dan otak yang bisa berakibat fatal.

Kolesterol tinggi biasanya terjadi karena pola makan yang tidak sehat atau terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung lemak.

Lalu, apa saja tanda-tanda kolesterol tinggi?

Umumnya, tidak ada tanda atau gejala yang jelas dari kolesterol tinggi. Satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan rutin tes darah ke dokter setiap 4 hingga 6 tahun setelah berusia 20 tahun, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi.

Jika tes darah menunjukkan kadar kolesterol darah berada di atas 240 miligram per desiliter (mg/dL), maka termasuk kolesterol tinggi.

Meski begitu, ada tanda kolesterol tinggi yang harus diwaspadai. Dikutip dari berbagai sumber, berikut rangkuman detikHealth:

1. Sakit kepala

Salah satu tanda atau gejala adanya kolesterol tinggi adalah sakit kepala. Sakit kepala di bagian belakang yang muncul bisa sangat mengganggu dan terasa berat bahkan mengganggu aktivitas. Sakit kepala ini akan berangsur membaik seiring dengan menurunnya kadar kolesterol di dalam darah.

2. Sesak napas dan nyeri dada

Tanda kolesterol tinggi yang harus diwaspadai yaitu sesak napas dan dada terasa nyeri, terutama jika memiliki riwayat penyakit jantung. Kolesterol tinggi dapat menyebabkan sesak napas dan nyeri pada dada.

3. Nyeri di bagian tengkuk

Tak hanya sakit kepala dan nyeri di dada, kolesterol yang tinggi juga dapat menyebabkan nyeri otot dan saraf. Karena keluhan ini lebih sering dikeluhkan oleh beberapa orang yang mengalami kolesterol tinggi.

Nyeri di bagian tengkuk ini bisa disebabkan karena penumpukan plak ini dapat menghalangi aliran darah yang ada di leher menuju ke otak.

4. Mudah lelah dan mengantuk

Seseorang dengan kadar kolesterol tinggi cenderung mudah lelah dan mengantuk karena timbulnya plak pada pembuluh darah. Plak tersebut menyebabkan terhambatnya aliran darah ke jaringan tubuh sehingga tubuh kurang mendapatkan asupan aliran darah.

5. Obesitas dan diabetes

Orang yang mengalami obesitas atau pengidap diabetes berisiko memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

6. Impotensi

Impotensi pada pria dapat menjadi tanda kolesterol tinggi karena adanya penumpukan kolesterol jahat (LDL) pada pembuluh darah arteri.

Bagaimana mencegah kolesterol tinggi?

Gaya hidup yang buruk dapat memengaruhi tingginya kolesterol. Oleh karena itu, perubahan gaya hidup yang sehat diperlukan untuk mencegah kolesterol tinggi. Berikut pencegahannya

1. Makan makanan yang menyehatkan jantung

Pola makan yang sehat dapat menurunkan kolesterol dan dapat meningkatkan kesehatan jantung. Berikut makanan yang harus dihindari dan yang sebaiknya dikonsumsi.

  • Mengurangi Lemak jenuh. Lemak jenuh ditemukan dalam daging merah dan produk susu penuh lemak. Mengurangi konsumsi lemak jenuh dapat mengurangi kolesterol jahat.
  • Menjauhi lemak trans. Lemak trans kadang-kadang tercantum pada label makanan sebagai "minyak sayur terhidrogenasi parsial," sering digunakan dalam margarin, biskuit, dan kue yang dibeli di toko. Lemak trans meningkatkan kadar kolesterol secara keseluruhan.
  • Makan makanan yang kaya asam lemak omega-3. Asam lemak omega-3 tidak memengaruhi kolesterol jahat. Sebaliknya, mereka memiliki manfaat bagi kesehatan jantung, termasuk mengurangi tekanan darah. Makanan dengan asam lemak omega-3 seperti salmon, mackerel, herring, walnut, dan biji rami.
  • Konsumsi makanan yang berserat larut. Serat larut dapat mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Serat larut ditemukan dalam makanan seperti oatmeal, kacang merah, kubis Brussel, apel dan pir.
  • Tambahkan protein whey. Protein whey yang ditemukan dalam produk susu memiliki banyak manfaat kesehatan. Penelitian telah menunjukkan bahwa protein whey dapat menurunkan kolesterol jahat dan kolesterol total serta tekanan darah.

2. Berolahraga dan tingkatkan aktivitas fisik

Lakukan olahraga setidaknya 30 menit tiga kali dalam seminggu atau aktivitas aerobik yang kuat selama 20 menit tiga kali dalam seminggu. Olahraga yang bisa dilakukan seperti:

  • Berjalan cepat setiap hari selama jam makan siang atau mengendarai sepeda ke tempat kerja.
  • Memainkan olahraga favorit
  • Agar tetap termotivasi, cari teman untuk olahraga atau bergabung dengan kelompok olahraga

3. Berhenti merokok

Berhenti merokok akan meningkatkan kadar kolesterol baik. Perubahannya bisa terlihat sebagai berikut

  • Dalam 20 menit setelah berhenti, tekanan darah dan detak jantung akan pulih dari lonjakan akibat rokok
  • Dalam tiga bulan setelah berhenti, sirkulasi darah dan fungsi paru-paru mulai membaik
  • Dalam waktu satu tahun setelah berhenti, risiko terkena penyakit jantung semakin menurun

Itulah tanda kolesterol tinggi yang harus diketahui serta cara mencegahnya supaya terhindar dari risiko penyakit jantung, stroke, dan kondisi kesehatan lainnya.



Simak Video "Cara Mengetahui Status Gizi, Kamu Termasuk Normal atau Obesitas?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)