Sabtu, 18 Des 2021 09:12 WIB

Panel Ahli CDC Kesampingkan Vaksin Johnson and Johnson, Ini Alasannya

Firdaus Anwar - detikHealth
Vaksin Johnson and Johnson diperkirakan masuk Indonesia bulan depan. Kehadiran vaksin satu kali suntik ini membuat vaksin COVID-19 kian beragam untuk masyarakat Foto: AP Photo
Jakarta -

Panel ahli untuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan vaksin Johnson and Johnson hanya dipakai sebagai alternatif bila tidak ada vaksin COVID-19 lain. Hal ini berkaitan dengan laporan efek samping pembekuan darah yang dialami penerimanya.

Di Amerika Serikat (AS), total ada 57 laporan kasus pembekuan darah dari sekitar 16 juta penerima vaksin Johnson and Johnson. Sebanyak 9 orang di antaranya, 7 wanita dan 2 pria, meninggal dunia.

Kebanyakan orang yang meninggal diketahui sudah memiliki kondisi medis sebelumnya, terutama obesitas.

Sebagian anggota panel tidak merekomendasikan vaksin Johnson and Johnson dilarang seutuhnya. Alasannya karena vaksin ini tetap dibutuhkan untuk mengejar cakupan vaksinasi dan angka kejadian efek samping seriusnya relatif kecil.

"Namun, sangat penting bahwa kita tidak sepenuhnya menghilangkan vaksin ini," komentar Dr Jason Goldman, ahli biomedis klinis dari Florida Atlantic University seperti dikutip dari BBC pada Jumat (17/12/2021).



Simak Video "Penerima Vaksin Janssen Dosis Pertama Boleh Lanjut Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)