Sabtu, 18 Des 2021 18:03 WIB

Ahli Fisioterapi Ungkap Kondisi Laura Anna Selama Masa Pengobatan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Laura Anna Laura Anna. (Foto: Dok. Instagram)
Jakarta -

Selebgram Laura Anna meninggal dunia beberapa waktu lalu usai berjuang menghadapi penyakit akibat kecelakaan mobil yang terjadi pada Desember 2019 lalu. Akibat kecelakaan tersebut, Laura Anna mengalami spinal cord injury (SCI) hingga ulkus dekubitus.

Ahli fisioterapi yang merawat Laura Anna, Teuku Ichwanul Ichsan, pun mengungkap kondisi Laura Anna selama menjalani pengobatan. Ia mengatakan kondisi Laura Anna saat itu mengalami patah tulang atau fraktur yang mengenai cairan medula spinalis atau cairan tulang belakang.

"Fraktur ya, patah. Itu mengenai cairan medula spinalis atau cairan tulang belakang," kata Teuku Ichwanul Ichsan yang dikutip dari InsertLive, Sabtu (18/12/2021).

"Begitu dia terkena cedera, terjadilah defisit neurologis. Jadi, ada cedera pada saraf, sehingga sinyal daripada otak untuk memerintahkan turun ke bawah itu terhambat," lanjutnya.

Ia juga mengungkap penyebab rasa remuk di tubuh yang dialami Laura Anna usai mengalami kecelakaan bersama mantan kekasihnya, Gaga Muhammad. Menurut Teuku Ichwanul Ichsan, rasa nyeri atau remuk di seluruh badan itu terjadi karena terlalu lama bedrest.

"Yang membuat badan remuknya itu atau nyeri di seluruh badan itu karena dia itu bedrest terlalu lama. Kalau kita yang normal bisa melakukan aktivitas seperti biasa, kalau dia nggak tidur terus. Jadi, itulah yang bisa membuat dia itu nyeri seluruh sendi persendiannya, makanya kelihatannya badan dia seperti remuk semua," jelasnya.

Selain itu, ahli fisioterapi ini juga menjelaskan soal ulkus dekubitus dan kondisi yang Laura Anna alami sebelum meninggal.

TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI



Simak Video "dr. Tirta Sebut Perjuangan Laura Anna Hadapi Spinal Cord Injury Berat"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)