ADVERTISEMENT

Kamis, 23 Des 2021 08:21 WIB

Hati-hati! 3 Negara Ini Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Omicron

Ayunda Septiani - detikHealth
Rumah sakit di utara kota Haifa, Israel, terpaksa mengubah parkiran mobil menjadi ruang rawat pasien Corona karena ruang perawatan telah penuh. 3 negara ini laporkan kasus kematian Omicron. (Foto: AP/Oded Balilty)
Jakarta -

Varian COVID-19 Omicron diyakini memiliki gejala lebih ringan dibanding varian lain COVID-19 termasuk Delta. Namun, bukan berarti hal ini membuat tak waspada/

Kematian akibat varian Omicron dilaporkan terjadi di sejumlah negara. Berikut beberapa negara yang melaporkan adanya kasus kematian akibat Omicron.

Inggris

Inggris menjadi negara pertama yang mengumumkan kematian Omicron pada pekan lalu. Berdasarkan pengumuman Rabu (22/12/2021), ada 14 orang meninggal karena varian baru COVID-19 itu.

Sayangnya belum ada data detail lebih lanjut terkait pasien itu. Termasuk apakah ia sudah divaksin dan memiliki penyakit bawaan lainnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Junior Inggris Gillian Keegan juga mengumumkan ada 129 orang juga dirawat di rumah sakit karena varian Omicron.

Pemerintah Inggris menyebutkan tak akan ragu untuk memberlakukan pembatasan COVID-19 lebih lanjut, jika data menunjukkan hal tersebut perlu.

Israel

Israel pada Selasa (21/12/2021) mengkonfirmasi kematian pertama yang diketahui di negara itu dari seorang pasien dengan varian COVID-19 Omicron. Disebutkan, pasien sebelumnya menderita sejumlah kondisi serius.

Pusat Medis Soroka di Beersheba mengatakan pria itu, berusia enam puluhan, meninggal pada hari Senin, dua minggu setelah dia dirawat di bangsal COVID-19.

Dikutip dari laman Channel News Asia, sebuah pernyataan rumah sakit mengatakan pasien tersebut menderita berbagai penyakit serius.

"Morbiditasnya terutama berasal dari penyakit yang sudah ada sebelumnya dan bukan dari infeksi pernapasan yang timbul dari virus corona," katanya.

Amerika Serikat

Pemerintah Negara Bagian Texas, Amerika Serikat (AS), melaporkan adanya satu kasus kematian akibat infeksi COVID-19 Omicron, pada Senin (21/12/2021). Ini merupakan laporan pertama kematian akibat Omicron di negara tersebut.

Dalam laporannya, hakim Harris County, Lina Hildago menyebut bahwa pasien meninggal berusia 50-60 tahun. Ia juga dikabarkan belum menerima dosis vaksin.

"Korban, berusia antara 50-60 tahun, berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi parah dari Covid-19 karena dia tidak divaksinasi," kata departemen kesehatan dalam sebuah pernyataan dikutip media lokal Texas, KHOU.

Lebih lanjut, departemen tersebut menyerukan agar warga yang belum menerima vaksin untuk segera menerima suntikan. Diharapkan kekebalan tubuh dapat terbentuk.

Simak Video 'Kasus Omicron Melonjak, WHO Eropa: Badai Lain Datang':

[Gambas:Video 20detik]



(ayd/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT