Minggu, 26 Des 2021 06:21 WIB

7 Penyebab Beser pada Wanita dan Cara Mengatasinya

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Cropped image of beautiful young woman sitting on toilet. Her panties is hanging on her legs Penyebab beser pada wanita dan cara mengatasinya (Foto: istock)
Jakarta -

Buang air kecil adalah kebutuhan setiap manusia untuk mengeluarkan cairan urine dari dalam tubuh. Namun, apabila buang air kecil terjadi secara terus menerus alias beser, sebaiknya perlu diketahui penyebab dan cara mengatasinya. Terutama beser pada wanita.

Dalam satu hari, normalnya buang air kecil terjadi sebanyak 4-8 kali. Hal ini setara dengan mengeluarkan urine sebanyak 1-1,8 liter. Jika lebih dari frekuensi yang dimaksud berarti dapat dikatakan tidak normal.

Terlalu sering kencing berbeda dengan inkontinensia yakni buang air kecil secara tidak sengaja (spontan). Terlalu sering kencing dapat mengganggu aktivitas serta meningkatkan stres jika tidak tahu penyebabnya.

Kebiasaan buang air kecil terus menerus dapat terjadi karena berbagai alasan. Dikutip dari berbagai sumber, berikut penyebab dan cara mengatasi beser, khususnya pada wanita.

Penyebab Beser pada Wanita:

1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih bisa menjadi penyebab beser pada wanita. Hal ini dapat terjadi apabila munculnya bakteri yang menginfeksi bagian sistem kemih termasuk kandung kemih, uretra, dan ginjal. Selain seringnya buang air kecil, tanda-tanda lainnya adalah warna urin yang berubah, terasa panas saat kencing, dan bagian punggung terasa nyeri.

2. Terlalu banyak minum

Minum yang terlalu banyak dapat menjadi salah satu penyebab sering kencing alias beser. Jika kita terus menerus menghidrasi, maka tubuh akan mengeluarkan lebih banyak cairan.

Kebutuhan hidrasi berbeda-beda tergantung pada tingkat aktivitas dan lingkungan seseorang. Untuk itu, atur kebutuhan cairan yang masuk ke dalam tubuh, tapi tetap pastikan tubuh jangan sampai kekurangan cairan.

3. Kandung kemih terlalu aktif

Keadaan ini mendorong kita untuk kencing terus menerus dan sering terjadi pada orang yang lebih tua. Tidak ada penyebab yang mendasari munculnya penyakit ini.

4. Konsumsi kafein berlebihan

Mengonsumsi kafein seperti teh dan kopi secara berlebihan dapat membuat kita lebih sering bolak-balik kamar mandi. Selain kafein, pemanis buatan dan makanan yang mengandung asam juga berpotensi menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat.

5. Vaginitis

Vaginitis merupakan penyakit yang menyebabkan vagina atau vulva terasa sakit. Tanda-tanda wanita terkena vaginitis adalah seringnya buang air kecil, merasa gatal saat kencing, keputihan dengan cairan lebih kental berwarna abu-abu atau hijau kekuningan dan berbau amis.

6. Pielonefritis

Frekuensi buang air kecil yang meningkat dapat terjadi karena pielonefritis atau infeksi ginjal. Selain meningkatkan frekuensi buang air kecil, pielonefritis juga memiliki gejala lain, seperti munculnya darah pada urine dan urine yang mengeluarkan busa. Umumnya, infeksi ginjal ini lebih rentan dialami oleh wanita dibandingkan pria.

7. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan menjadi salah satu penyebab beser pada wanita. Dilansir dari Anxiety Centre, gangguan kecemasan juga meningkatkan risiko stres dalam tubuh.

Tingkat stres yang tinggi juga dapat menyebabkan otot mengencang, termasuk otot yang ada pada kandung kemih maupun saluran kemih. Hal inilah yang menjadi penyebab gangguan kecemasan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Beberapa cara mengatasi beser pada wanita:

  • Menghindari minum terlalu banyak saat sebelum tidur
  • Mengurangi konsumsi kafein, pemanis buatan, serta makanan yang mengandung asam
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Konsumsi makanan yang bergizi seimbang
  • Sering menggerakkan panggul agar lebih rileks
  • Hindari stres



Simak Video "Tawaran Vaksin Covid-19 dari Korsel Masih Dicuekin Korut"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)