Senin, 27 Des 2021 13:18 WIB

Pakar IDI Tegaskan Delmicron Bukan Varian Baru COVID-19!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Delmicron disebut gabungan varian Delta dan Omicron. Ini faktanya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Istilah Delmicron muncul dan membuat publik ketar ketir. Bagaimana tidak, Delmicron ini disebut kombinasi antara varian Delta dan varian Omicron, dua mutasi COVID-19 yang tingkat penyebarannya luas di dunia.

Pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus Ketua Satgas COVID-19 IDI Prof Zubairi Djoerban memastikan Delmicron yang dikhawatirkan ini bukanlah varian baru COVID-19. Sebab penamaan varian baru COVID-19 tak bisa sembarangan dan harus resmi dari Organinasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Delmicron bukanlah varian baru dari virus corona seperti Alpha atau Beta," tegasnya dalam cuitan di Twitter pribadinya, dikutip detikcom, Senin (27/12/2021).

Prof Zubairi menambahkan Delmicron adalah istilah yang mengacu pada situasi di mana Delta dan Omicron membuat lonjakan kasus di wilayah tertentu, seperti di Amerika Serikat.

Asal usul istilah Delmicron

Istilah Delmicron pertama kali diutarakan oleh Dr Shashank Joshi, seorang anggota gugus tugas Covid-19 di Maharashtra, India.

Dr Joshi dilaporkan menyinggung situasi di mana varian Delta dan Omicron secara bersamaan menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di wilayah tertentu. Sehingga istilah Delmicron mengacu pada situasi, bukan varian virus corona baru.

"Delmicron, lonjakan kembar Delta dan Omicron, di Eropa dan AS telah menyebabkan tsunami kecil kasus," katanya dalam debat News18, sebagaimana dikutip dari Business Today India.

Penamaan istilah Delmicron disematkan kepada negara yang mengalami lonjakan kasus Corona akibat varian Delta dan Omicron. Namun variannya sendiri tidak ada atau dipastikan hoax.

Varian Delmicron hoaks

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menegaskan, varian Delmicron yang disebut gabungan Delta dan Omicron merupakan hoaks. Menurutnya, jika ada varian baru Corona setelah Omicron akan diikuti berdasarkan huruf Yunani seperti pi, rho, sigma dan seterusnya.

"Berita Delmicron itu hoax. Pentingnya cross check info. Perkembangan variants bisa dilihat di data GISAID," tutur Dicky, yang menunjukkan tidak ada catatan varian Delmicron.

Dicky menegaskan WHO juga tidak sembarangan memberi nama varian virus SARS-CoV-2 ini. WHO biasanya memberi nama varian virus corona dengan huruf Yunani dalam urutan abjad.



Simak Video "Heboh Delmicron, Epidemiolog Ingatkan Penamaan Varian Baru Harus dari WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)