Senin, 27 Des 2021 14:15 WIB

Kabar Baik! Angka Stunting Indonesia Turun Jadi 24,4 Persen di 2021

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Ditengah percepatan pembangunan infrastruktur, Indonesia justru masih bergelut dengan stunting. Angka terbesar stunting berada di Nusa Tenggara Timur, begini potretnya. Angka stunting di Indonesia turun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling dikhawatirkan di Indonesia. Kabar baiknya, angkanya mengalami penurunan dalam 3 tahun belakangan menjadi 24,4 persen di 2021.

Hal ini terngkap dalam Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021 yang diluncurkan Senin (27/12/2021). Meski angka stunting membaik, Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono mengingatkan bahwa capaian tersebut masih harus ditingkatkan.

"Angka ini masih lebih tinggi diatas negara-negara tetangga seperti Myanmar, Malaysia, Brunei, Vietnam, Thailand dan Singapura. Ini harus menjadi perhatian kita semua karena stunting akan menentukan masa depan dan masa yang akan datang," terang dr Dante dalam konferensi pers virtual, Senin (27/12/2021).

Menurut dr Dante, secara umum tren status gizi kian membaik dalam tiga tahun terakhir.

"Stunted pada 2018 yakni 30,8 persen, di tahun 2019 27,7 persen. Kemudian di tahun 2021 turun sekitar 3,3 persen yakni menjadi 24,4 persen," papar dr Dante.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 disebutkan, salah satu target yang ditetapkan adalah menurunkan stunting menjadi 14 persen di 2024. Untuk mencapainya, diperkirakan butuh penurunan sebesar 2,6 persen pertahun.

Lebih lanjut, Dante dr menyebutkan beberapa provinsi dengan tingkat stunting terendah dan tertinggi di Indonesia. Tiga provinsi bahkan memiliki angka stunting di atas rata-rat yakni Nusa Tenggara Timur dengan 37,8 persen, diikuti Sulawesi Barat dengan 33,8 persen, dan Aceh dengan 33,2 persen.

"Bali, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta menjadi tiga provinsi dengan angka stunting terendah di Indonesia dengan rata-rata 10,9 untuk Bali, 16,8 DKI Jakarta dan 17,3 DI Yogyakarta," jelas Dante.



Simak Video "Penyebab Stunting di Indonesia Urutan Kedua ASEAN"
[Gambas:Video 20detik]
(any/up)