Senin, 27 Des 2021 14:39 WIB

Hoax Delmicron Gabungan Delta dan Omicron Bikin Panik, Ini Faktanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. 3D Render Hoax varian Delmicron sempat membuat heboh. (Foto: iStock)
Jakarta -

Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan berita munculnya varian baru dari virus Corona Delmicron, gabungan dari Delta dan Omicron.

Sayangnya, banyak masyarakat yang keliru. Istilah Delmicron berasal dari fenomena melonjaknya kasus infeksi varian Delta dan Omicron secara bersamaan. Istilah ini bukan berarti muncul varian baru dari virus Corona.

Istilah Delmicron pertama kali diucapkan oleh Dr Shashank Joshi, anggota gugus tugas COVID-19 di Maharashtra, India. Ia menggambarkan keadaan Eropa dan Amerika yang kini tengah mengalami lonjakan kasus varian Delta dan Omicron.

"Delmicron, lonjakan kembar Delta dan Omicron, di Eropa dan AS telah menyebabkan tsunami kecil kasus," katanya dalam debat News18, dikutip dari Business Today India.

Dr Joshi menyinggung lonjakan varian Delta dan Omicron secara bersamaan yang menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di wilayah tertentu. Oleh karena itu, istilah Delmicron mengacu pada situasi dan bukan varian virus Corona baru.

Selain itu, ketua Satgas COVID-19, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban juga memastikan bahwa varian Delmicron bukanlah sebuah varian baru dari virus Corona.

"Delmicron bukanlah varian baru dari virus corona seperti Alpha atau Beta. Artinya, Delmicron cuma istilah yang mengacu pada situasi di mana Delta dan Omicron membuat lonjakan kasus di wilayah tertentu," kata Zubairi melalui akun Twitternya, @ProfesorZubairi, Minggu (26/12/2021).

Sebagai informasi, penamaan varian COVID-19 tidak bisa sembarangan karena harus resmi diumumkan oleh Badan kesehatan Dunia (WHO). WHO biasanya memberikan nama varian virus Corona dengan huruf Yunani dalam urutan abjad.

Pakar Epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan bahwa jika ada varian baru Corona setelah Omicron akan diikuti berdasarkan huruf Yunani seperti pi, rho, sigma, dan seterusnya.

"Berita Delmicron itu hoax. Pentingnya cross check info. Perkembangan variants bisa dilihat di data GISAID," tutur Dicky, sambil menunjukkan tidak ada catatan varian Delmicron.

Hingga saat ini, masih belum ada pernyataan resmi tentang varian Delmicron pada situs resmi WHO.



Simak Video "Penjelasan Satgas IDI dan Kemenkes Terkait Heboh Delmicron"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)