Senin, 27 Des 2021 17:04 WIB

Heboh Serial Layangan Putus, Tukang Selingkuh Bisa Tobat? Ini Kata Ahli

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Adegan-adegan dalam serial Layangan Putus Serial Layangan Putus. (Foto: Dok. MD Pictures)
Jakarta -

Serial Layangan Putus mendadak viral di media sosial. Episode terbarunya ikut bikin emosi para penontonnya.

Layangan Putus bercerita soal perselingkuhan suami-istri. Kisah perselingkuhan dalam rumah tangga yang ditampilkan di dalam serial tersebut berhasil menghipnotis para penonton dan jadi salah satu tontonan yang paling digemari saat ini.

Banyak yang menganggap orang yang sudah pernah selingkuh akan sulit mengubah tabiatnya itu. Bagaimana faktanya?

Peneliti menemukan bukti orang yang punya riwayat selingkuh sangat mungkin mengulangi perbuatannya itu di kemudian hari. Studi yang dipublikasikan di jurnal Archives of Behaviour ini meneliti tentang perselingkuhan di kelompok dewasa.

"Studi tersebut memberi kami wawasan ilmiah tentang kebenaran gagasan ketika seseorang yang pernah berselingkuh, maka mereka akan melakukannya lagi di kemudian hari," ungkap peneliti Dr Justin Lehmiller seperti yang dikutip dari Cosmopolitan.

Dalam studi itu, Lehmiller melakukan survei kepada 484 orang dewasa yang mengaku pernah berselingkuh saat menjalin hubungan. Riset tersebut menemukan bahwa orang yang berselingkuh dalam sebuah hubungan, memiliki kemungkinan 3,5 kali lebih besar untuk selingkuh lagi.

Hingga saat ini belum diketahui betul apa alasan seseorang berselingkuh. Tetapi Lehmiller mengatakan jika penelitian yang dilakukan oleh rekannya di Kinsey Institute menemukan adanya kemungkinan jika berselingkuh dipicu oleh gen. Bagaimana bisa?

"Ada sebagian orang yang senang mencari sensasi, mereka memiliki keinginan secara seksual untuk melakukan sesuatu yang menantang dan berisiko," ujar Lehmiller.

Peneliti menemukan bahwa meningkatnya kebutuhan akan hasrat tersebut disebabkan oleh kurangnya reseptor dopamin atau bagian otak yang dapat merasakan kenikmatan. Dengan kata lain, pencari sensasi membutuhkan sensasi yang lebih besar (dalam kasus ini adalah selingkuh) untuk merasakan kesenangan.

Namun konsep ini tidak berlaku bagi semua orang. Ada juga yang akhirnya belajar dari kesalahan dan tetap setia selama sisa hidup mereka dengan pasangan.



Simak Video "Tips Cegah Tindak Kriminal dalam Perselingkuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)