Senin, 27 Des 2021 20:45 WIB

5 Fakta Sleep Paralysis, Kerap Disangka 'Ketindihan' Setan

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Young girl is waking up again. When the soul leaves the bodyYoung girl is waking up again/file_thumbview/42292548/1 Sleep paralysis alias ketindihan (Foto: Getty Images/iStockphoto/sezer66)
Jakarta -

Sleep paralysis atau dikenal masyarakat dengan istilah ketindihan, merupakan kondisi yang terjadi saat seseorang sedang tidur. Kondisi ini kerap kali dikaitkan dengan hal mistis seperti diduduki oleh makhluk halus.

Pernyataan ini memang tak salah dan benar adanya. Mengapa? Karena ketika sleep paralysis terjadi, orang yang mengalaminya akan berhalusinasi seperti melihat hantu, bayangan hitam, dan hal-hal menyeramkan lainnya yang bikin merinding.

Mengutip dari Reader's Digest, seorang anggota dari American Academy of Sleep Medicine, Raj Dasgupta, MD, menyatakan bahwa penyebab terjadinya sleep paralysis adalah kekurangan tidur.

" Terutama saat jet lag. Ketika kamu akhirnya bisa tertidur, tubuhmu terlempar kembali ke tahap yang sangat kamu butuhkan, yakni REM (rapid eye movement). Semakin lama kamu berada dalam tahap tersebut semakin terbesar kemungkinan mengalami ketindihan," lanjutnya.

Ada juga faktor lain yang membuat orang mengalami sleep paralysis atau ketindihan, yakni stres, sering cemas, pengidap narkolepsi, dan tidur di tempat baru.

Sleep Paralysis: Fakta dan Pengobatan

Umumnya kondisi ini memang tak membahayakan, tetapi ada beberapa hal mengerikan yang mungkin dialami oleh sejumlah orang. Dikutip dari berbagai sumber, berikut informasinya:

1. Tak bisa bergerak

Orang yang mengalami sleep paralysis atau ketindihan akan merasa seperti ditindih sesuatu yang berat sehingga membuatnya tak bisa gerak. Sekuat apapun kita mencoba untuk bergerak, rasanya akan sangat sulit.

Meskipun begitu, kejadian ini hanya terjadi beberapa menit saja dan bisa bergerak kembali seperti semula.

2. Sulit bernapas

Selain merasa tertindih sesuatu, orang yang mengalami sleep paralysis akan merasa kesulitan untuk bernapas. Seolah-olah ada sesuatu yang menahan atau menduduki dada kita. Kebanyakan orang menganggapnya ada 'hantu' yang sedang duduk di situ.

3. Kayak ada yang memperhatikan

Kondisi sleep paralysis yang satu ini memang sangat mengerikan. Seakan-akan ada orang yang memperhatikan, baik itu di atas lemari, di luar jendela, di depan pintu, bahkan di depan mata sendiri.

Menurut dr. Dasgupta, hal itu adalah halusinasi akan adanya seseorang di dalam kamar. Beberapa pasiennya ada yang mengklaim melihat sosok iblis, nenek tua, anak kecil dengan wajah rusak menakutkan, dan seseorang berpenampilan jahat.

Selain berbentuk wujud manusia, beberapa orang juga ada yang mengalami halusinasi melihat ular atau binatang buas lainnya yang sedang menghampiri tubuh mereka.

4. Bisa 'keluar' dari tubuh

Sleep paralysis atau ketindihan dapat membuat seseorang merasa keluar dari tubuhnya. Istilah lainnya adalah astral projection, kondisi arwah atau roh seseorang yang keluar dari tubuh. Beberapa pasien dr. Dasgupta menyebut diri mereka mengalami hal yang tak biasa seperti melayang-layang di atas tubuh.

Jika sudah seperti ini, hal utama yang harus dilakukan adalah jangan panik dan tetap tenang agar tubuh dapat mengejar kerja otak.

5. Tak bisa bangun

Kondisi paralysis juga membuat orang yang mengalaminya sulit terbangun atau merasa lumpuh. Menurut dr. Dasgupta, beberapa pasiennya ada yang mencoba untuk berteriak dan menggerakan jemari untuk membebaskan diri.

"Jika hal itu bekerja, lakukan saja. Namun pilihan terbaik umumnya adalah menunggunya untuk berlalu," kata dr. Dasgupta.

Pengobatan Sleep Paralysis

Dikutip dari WebMD, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah sleep paralysis ataupun ketindihan:

  • Memperbaiki pola tidur (usahakan tidur enam hingga delapan jam setiap hari)
  • Menggunakan obat antidepresan untuk memperbaiki siklus tidur (sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk menggunakan obat ini)
  • Kurangi stres yang menyebabkan susah tidur



Simak Video "Siapa Saja yang Disarankan untuk Jalani Meditasi?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)