Rabu, 29 Des 2021 07:34 WIB

Pakar Sebut Micro Lockdown Tak Bakal Efektif Tangkal Omicron RI, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Pakar sebut micro lockdown tak efektif tangkal Omicron RI. (Foto ilustrasi: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Laporan resmi Kementerian Kesehatan RI menunjukkan sudah ada kasus lokal Omicron di Indonesia, yang artinya ada temuan penularan di dalam negeri. Namun, epidemiolog menilai Omicron sebenarnya sudah masuk Indonesia sejak awal November, sehingga kemungkinan level penularan Omicron berada di community transmission sulit dihindarkan.

Beda dengan kasus penularan lokal, sumber penularan level community transmission kerap tidak diketahui. Rendahnya kemampuan testing dan tracing kemudian membuat angka COVID-19 yang sebenarnya terjadi di masyarakat dengan laporan resmi kerap berbeda.

"Transmisi komunitas dengan kasus lokal tidak memiliki arti yang sama. Penularan komunitas ini dia terpaparnya di dalam negeri tapi sumber penularannya itu tidak diketahui, tidak jelas," ungkap Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia, Selasa (28/12/2021).

"Sulit menghindari kita belum ada di level komunitas," tegas dia, sembari menggambarkan kemampuan 3T di Indonesia masih rendah.

Lebih lanjut, Dicky menilai penerapan PPKM mikro atau micro lockdown tak akan efektif di tengah laporan resmi transmisi lokal, dan risiko sudah berada di level penularan transmisi komunitas. Sebab, kasus positif COVID-19 Omicron sudah bebas jalan-jalan ke ruang publik.

Ia menyarankan pemerintah lebih fokus pada strategi isolasi kontak dan tracing, sembari meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19 lengkap khususnya bagi kelompok rentan.

"Dalam kaitan ini itulah sebabnya PPKM Mikro atau micro lockdown itu agak sulit (mencegah penularan) ketika dia kasusnya sudah pergi ke mana-mana. Artinya akan jadi banyak orang yang masuk dalam kasus kontak erat probable Omicron," pungkas Dicky.

Belakangan pemerintah diketahui akan menerapkan micro lockdown selama periode Nataru di lima provinsi. Adapun lima provinsi dan daerah tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, dan Lombok, karena sering menjadi tujuan wisata selama momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Simak Video 'Mendagri Bentuk Tim Khusus Terkait Penerapan Micro-Lockdown saat Nataru':

[Gambas:Video 20detik]




(naf/up)