ADVERTISEMENT

Rabu, 29 Des 2021 09:30 WIB

Transmisi Lokal Omicron di DKI, Kemenkes: Mungkin Juga Ada di Tempat Lain

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient Indonesia melaporkan adanya kasus lokal varian Omicron. (Foto ilustrasi: Getty Images/Tempura)
Jakarta -

Pemerintah melaporkan adanya temuan transmisi lokal varian Omicron di Indonesia. Kasus tersebut dialami pria berusia 37 tahun dari Medan dan sempat menetap beberapa hari di Jakarta.

Melihat temuan kasus tersebut, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Nadia Tarmizi mengatakan tidak menutup kemungkinan adanya kasus serupa yang terjadi di tempat lain.

"Kita tentunya tidak mau muncul gelombang ketiga pasca-Nataru. Walaupun kita tahu, baru ada satu kasus transmisi lokal yang ditemukan," kata dr Nadia dalam siaran YouTube Lawan Covid19 ID, Selasa (28/12/2021).

"Tetapi tidak menutup kemungkinan juga ada kasus transmisi lokal di tempat lainnya," bebernya.

Menurutnya, hal itu bisa saja terjadi mengingat pasien kasus lokal ini melakukan perjalanan dari Medan ke Jakarta, dan akan kembali lagi ke Medan.

Dari riwayat perjalanannya, pasien tersebut bisa saja tertular di Jakarta atau di Medan. Maka dari itu, pihak Kemenkes tengah melakukan kontak tracing untuk mencari tahu lebih lanjut.

"Jadi, ada dua kemungkinan, apakah tertular di Medan atau mungkin tertular di Jakarta. Kami sedang melakukan kontak tracing terkait kasus lokal ini," ungkapnya.

Dengan kemunculan kasus lokal tersebut, dr Nadia terus mengingatkan agar tetap waspada terhadap penyebaran varian Omiron, terutama di akhir tahun ini. Pemerintah pun akan terus berusaha untuk mencegah laju penularan dengan membatasi mobilitas, aktivitas, hingga menjaga agar tidak adanya kerumunan.

"Karena kita selalu ingat bahwa di akhir tahun namanya tempat keramaian ataupun tempat wisata itu selalu padat dengan pengunjung dan kemudian diiringi dengan prokes yang kendor, nah ini yang tentunya sangat berpotensi yang kemudian akan menjadi suatu ancaman gelombang ketiga baik oleh varian Delta maupun penyebarluasan varian Omicron sendiri," pungkasnya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT