ADVERTISEMENT

Rabu, 29 Des 2021 11:25 WIB

Jenis Masker yang Ampuh Tangkal Omicron, Waspada Transmisi Lokal

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Masyarakat melintas dikawasan kendal, Jakarta, Rabu (25/11/2020). Tambahan kasus virus Corona (COVID-19) di Indonesia kembali memecahkan rekor pada hari ini. Tambahan 5.534 kasus Corona tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Jenis masker ampuh tangkal varian Omicron (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI melaporkan deteksi kasus transmisi lokal Omicron pertama di Indonesia. Total kasus Omicron saat ini menjadi 47 orang dengan 46 kasus impor dan 1 transmisi lokal.

"Ada satu kasus transmisi lokal," Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers, Selasa (28/12/2021).

Kemenkes menyebutkan bahwa pasien tersebut merupakan seorang pria berusia 37 tahun asal Medan. Ia terkonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron pada 26 Desember 2021.

Ancaman varian Omicron sudah ada di depan mata, maka dari itu masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan terutama penggunaan masker. Saat ini, masker menjadi salah satu alat yang paling ampuh dalam menangkal penyebaran varian COVID-19.

"Masker kain tidak lebih dari sekedar hiasan wajah. Tidak ada tempat bagi mereka selain Omicron," kata Analis Medis CNN dr Leana Wen, dokter darurat dan profesor tamu kebijakan dan manajemen kesehatan di George Washington University Milken Institute School of Public Health, dikutip dari CNN Internasional, Rabu (29/12/2021).

Jenis masker yang ampuh tangkal Omicron

Lebih lanjut, dr Wen mengatakan, sebagai cara mencegah penyebaran varian Omicron, masker sekali pakai dengan minimal tiga lapis sangat dianjurkan.

"Kita harus menggunakan setidaknya masker bedah tiga lapis. Masker kain bisa digunakan, tapi perlu juga untuk memakai masker bedah," papar dr Wen.

Idealnya, jika bera di tempat keramaian setidaknya menggunakan masker KN95 atau N95. Jenis masker ini memiliki bahan tertentu seperti serat polipropilen yang bertindak sebagai penghalang mekanis dan elektrostatis, sehingga mencegah partikel kecil masuk ke hidung atau mulut jika digunakan dengan benar.

Masker kain yang awalnya direkomendasikan ketika pandemi terjadi, memang dapat menyaring tetesan (droplet) besar. Sementara masker KN95 dan N95, dapat menyaring tetesan besar dan aerosol atau partikel kecil dalam virus.

Masker dan Omicron

Saat ini, varian Omicron berhasil menginfeksi banyak orang dengan cepat masih dalam penelitian. Oleh karena itu peran masker yang berkualitas sangat dibutuhkan.

"Jika seseorang yang terinfeksi mengeluarkan lebih banyak virus, maka peran masker dalam hal ini adalah mengurangi jumlah udara yang hirup," jelas Erin Bromage, profesor biologi di University of Massachusetts Dartmouth.

"Jika Anda membutuhkan 1.000 partikel virus untuk menginfeksi dan Anda mengenakan masker yang dapat mengurangi infeksi sebanyak 50 persen, itu akan memakan waktu dua kali lebih lama. Jika Anda memakai masker yang 90 persen efisien, itu akan memakan waktu 10 kali lebih lama sebelum Anda terinfeksi."

Lebih lanjut Erin mengingatkan, promosi masker berkualitas tinggi sangat perlu dilakukan sebagai upaya melawan varian Omicron.

Simak video 'Epidemiolog Sebut Transmisi Lokal Omicron karena Penularan Komunitas':

[Gambas:Video 20detik]



(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT