ADVERTISEMENT

Rabu, 29 Des 2021 13:34 WIB

Alasan Omicron Diprediksi Jadi Varian Corona Terakhir yang Mengkhawatirkan

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) M Adib Khumaidi menilai kondisi di Indonesia saat ini sudah keluar dari krisis COVID-19. Namun tetap jaga Prokes ya. Alasan Omicron diprediksi jadi varian terakhir mengkhawatirkan (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Virus Corona varian Omicron terlihat sangat mudah mendominasi daripada varian lainnya. Hal ini karena sifat virus yang mudah berevolusi sehingga bisa menglahkan varian COVID-19 lainnya yang lebih lambat.

Beberapa pakar meyakini varian Omicron ini memiliki kemampuan penyebaran yang lebih maksimal dibanding varian sebelumnya. Kemungkinan itu dilihat dari bagaimana varian Omicron lebih kuat mengikat reseptor ACE2 pada tubuh manusia.

ACE2 sendiri merupakan reseptor di permukaan sel tubuh yang melapisi saluran udara, menjadi tempat menempelnya virus dan mulai bereplikasi.

Ben Krishna, peneliti di bidang virologi dan imunologi di University of Cambridge mengatakan varian Omicron dapat dengan mudah melakukan replikasi genom, sehingga memiliki kemampuan menyebarkan virus SARS-CoV-2 dengan lebih cepat.

Namun kabar baiknya, Omicron tidak bisa mencapai penyebaran maksimal karena mutasinya perlu terjadi di semua tempat dan kemungkinan itu sangat kecil.

"Bahkan dalam skenario di mana Omicron merupakan varian terbaik dalam penyebaran antarmanusia, varian baru akan muncul untuk mengalahkan sistem kekebalan manusia," terang Ben Krishna, dikutip dari SCMP, Rabu (29/12/2021).

Setelah seseorang terinfeksi virus, sistem kekebalan tubuh akan beradaptasi dengan membuat antibodi yang menempel pada virus untuk menetralisirnya dan sel T pembunuh akan menghancurkan sel manusia yang terinfeksi.

Alasan Omicron lebih cepat menyebar

Antibodi merupakan potongan protein yang menempel pada bentuk molekul spesifik virus dan sel T pembunuh juga akan mengenali sel yang terinfeksi melalui bentuk molekul. Oleh karena itu, SARS-CoV-2 dapat menghindari sistem kekebalan tubuh dengan cara bermutasi agar tak bisa dikenali sistem kekebalan.

Hal itulah yang mendasari mengapa Omicron dapat dengan mudah menginfeksi orang meski sudah memiliki antibodi, baik dari vaksinasi maupun infeksi.

"Yang penting saat ini, paparan varian masa lalu nampaknya masih melindungi kita dari penyakit lebih parah dan kematian. Sehingga kita tidak sakit lebih parah," tulis Ben.

Kemungkinan Omicron di masa depan

Ben melanjutkan, bahkan jika COVID-19 terus memaksimalkan mutasinya dengan meningkatkan kemampuan penyebaran, tidak akan meningkatkan risiko kematian. Seperti halnya yang dilakukan Omicron saat ini, meski penyebarannya lebih muda dari varian sebelumnya tetapi tingkat kematiannya sangat rendah.

"Oleh karena itu, Omicron mungkin tidak menjad varian terakhir tetapi mungkin menjadi varian terakhir yang menjadi perhatian," tulis Ben.

"Jika kita beruntung, meski perjalanan pandemi sulit diprediksi, SARS-CoV-2 kemungkinan akan menjadi virus endemik," tambahnya.



Simak Video "Pfizer Minta Regulator AS untuk Sahkan Vaksin Subvarian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT