ADVERTISEMENT

Jumat, 31 Des 2021 14:49 WIB

Year in Review 2021

4 Tren Diet 2021, Sudah Coba yang Mana Nih?

Hartaty Varadifa - detikHealth
Ilustrasi diet atau perut buncit Tren diet sepanjang masa 2021. (Foto: Getty Images/iStockphoto/AJ_Watt)
Jakarta -

Sepanjang tahun 2021 ini diet menjadi suatu tren yang banyak dilakukan orang. Banyak pengguna media sosial membagi kisahnya yang berhasil menurunkan berat badan berkilo-kilo setelah melakukan diet.

Tren diet ini sebenarnya juga bertujuan untuk memperoleh kualitas hidup yang sehat buka hanya sekadar pangkas berat badan. Hal ini disampaikan oleh ahli gizi sekaligus Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) Approved Educator, Irtya Qiyamulail.

"Masih banyak miskonsepsi di masyarakat kalau diet itu adalah 'menurunkan berat badan', padahal sebenarnya pengertian diet itu sendiri adalah 'pola makan,'" kata Irtya kepada dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (31/12/2021).

Bukan sembarang diet, berikut berbagai tren diet yang dijelaskan oleh Irtya:

1. Diet pegan

Diet pleo dan vegan yang disingkat menjadi diet pegan. Diet ini menggabungkan 2 jenis diet.

Diet yang diciptakan oleh Dr. Mark Hyman ini menerapkan pola makan yang mengikuti era Paleolitikum yaitu dengan mengonsumsi daging dan produk olahan. Sedangkan vegan merupakan pola makan yang konsumsi pangan nabati seperti sayur dan buah serta menghindari konsumsi pangan hewani.

Irtya menjelaskan pola makan diet pegan ini berfokus mengonsumsi 75 persen sayuran dan buah pada makanan yang dikonsumsi. Meskipun cenderung konsumsi sayuran, asupan daging, ikan, biji-bijian dan kacang polong masih diperbolehkan dalam jumlah kecil hingga sedang.

2. Plant based diet

Salah satu diet yang cukup banyak diminati di tahun 2021. Menurut Irtya, diet ini menjadi tren karena banyaknya orang yang melakukan urban farming yaitu hidroponik dengan memanfaatkan lahan kecil di rumah untuk menanam sayuran.

"Jenis diet ini sebenarnya sudah ada sejak waktu yang lama, tapi baru tren ini mulai meningkat di Indonesia pada 2021, mulai banyak restoran-restoran di Indonesia yang memperkenalkan menu daging berbasis nabati," ujarnya.

Plant based diet merupakan pola makan yang cemderung berfokus pada konsumsi pangan nabati seperti sayur, buah, kacang-kacangan dan biji-bijian, tetapi masih mengonsumsi produk hewani seperti daging, ikan dan produk susu dalam pola makan sehari-hari.

Tidak hanya itu, tren diet ini juga berfokus pada makanan minim proses dan meminimalisir konsumsi makanan olahan yang tinggi proses.

3. Diet keto

Berdasarkan Google Trends 2021 diet ini kenjadi palin banyak dicari oleh pengguna internet. Diet keto berfokus pada pembatasan konsumsi sumber karbohidrat dan lemak yang tinggi.

Pada dasarnya diet ini dilakukan untuk meringankan gejala pada penderita epilepsi, dan efektif untuk anak dengan gejala epilepsi yang sulit ditangani dengan pengobatan biasa.

"Diet ini menjadi tren karena diklaim dapat menurunkan berat badan dengan waktu yang cukup singkat. Namun diet ini masih memiliki banyak pro dan kontra karena bila tidak dilakukan dengan tepat justru dapat membahayakan kesehatan," jelas Irtya.

4. Gluten free diet

Diet ini merupakan diet bebas gluten. Mirip dengan diet plant based, produk gluten free juga semakin meningkat di Indonesia. Mengingat semakin banyak produsen yang berinovasi untuk memproduksi makanan dengan klaim gluten free.

"Masih banyak miskonsepsi di masyarakat bahwa produk gluten free bisa membuat kondisi tubuh menjadi lebih sehat dan baik untuk penurunan berat badan, padahal makanan gluten free diperuntukkan untuk seseorang yang intoleransi gluten atau yang memiliki celiac disease (penyakit autoimun) karena akan berbahaya apabila mereka mengonsumsinya," pungkasnya.

Irtya turut menjelaskan bahwa makanan yang bebas gluten tidak secara otomatis makanan tetsebut lebih sehat, pada orang yang tidak memiliki penyakit tersebut, produk gluten free tidak terlalu memberikan manfaat.

Dari sejumlah jenis tren diet yang telah dipaparkan, kebanyakan diet tersebut muncul karena dilakukan oleh aktri, tokoh terkenal, atau publik figur lainnya.

"Dari tren pola makan yang muncul di 2021, akan ada beberapa tren (bisa dijalankan dalam jangka waktu yang panjang), tetapi kemungkinan juga akan muncul tren pola makan yang baru," kata Irtya.

Adapun hal yang harus diingat bahwa berbagai jenis diet ini bergantung pada kondisi kesehatan setiap individu. Irtya menambahkan tidak ada jenis diet terbaik yang bisa dilakukan oleh semua orang. Karena setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda.

Pada dasarnya pola makan yang baik adalah yang bisa diterapkan secara konsisten dan sustainable. Jika da tren diet baru yang muncul, ketahui serta pelajarilah terlebih dahulu dan tanyakan kepada ahlinya apabila diperlukan.



Simak Video "Momentum Diet Kala Puasa Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT