ADVERTISEMENT

Jumat, 31 Des 2021 17:31 WIB

RI Tembus 60 Pasien Omicron Dalam 2 Pekan, Sebesar Apa Risiko Gelombang-3?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Ilustrasi penjelasan dokter perihal potensi gelombang ketiga COVID-19 RI akibat varian Omicron. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Meski diyakini menimbulkan gejala ringan bahkan nihil gejala sama sekali, varian Omicron diketahui menular dengan amat cepat. Bahkan, lebih cepat dari varian Delta yang memicu lonjakan kasus COVID-19 di RI pada Juli lalu. Sudah masuk RI dan kini menjangkit sebanyak 68 pasien, sebesar apa kemungkinan varian Omicron picu gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia?

Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan RSUP Persahabatan, dr Prasenohadi, SpP, KIC, PhD meyakini selama cakupan vaksinasi COVID-19 senantiasa diperluas dibarengi penerapan protokol kesehatan, risiko gelombang-3 COVID-19 RI diharapkan dapat dicegah.

"Kalau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan, kemudian cakupan vaksinasi lebih ditingkatkan, maka diharapkan gelombang ketiga tidak terjadi. Mudah-mudahan ini tidak menjadi kenyataan seperti di negara Afrika sana," terangnya dalam siaran YouTube BNPB Indonesia, Kamis (30/12/2021).

dr Pras menambahkan, vaksinasi dan protokol kesehatan juga wajib dibarengi gaya hidup sehat. Sebab yang tak kalah penting menguatkan tubuh dari paparan virus Corona varian Omicron, yakni imunitas dari nutrisi.

"Sekali lagi, cakupan vaksinasi, menjaga protokol kesehatan, kemudian meningkatkan imunitas. Dalam hal ini nutrisi dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya meningkatkan imunitas seseorang menjadi hal penting dalam mencegah terjadinya 'third wave' atau gelombang ketiga," sambungnya.

Booster vaksin bakal berpengaruh besar?

Meski sebagian besar pasien COVID-19 varian Omicron di Indonesia dilaporkan tidak mengalami gejala sama sekali, dr Pras menegaskan pemberian booster adalah langkah penting untuk mengatasi pandemi COVID-19 kini.

Pasalnya, dua dosis vaksinasi COVID-19 diyakini mengalami penurunan efektivitas dalam melawan varian Omicron.

"Mengapa booster menjadi hal yang penting menghadapi kasus seperti Omicron? Sepertinya dua kali vaksinasi tidak cukup menghadapi kasus dengan Omicron. Jadi memberikan booster menjadi langkah yang amat penting dalam menangani infeksi virus ini," ujar dr Pras.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT