Sabtu, 01 Jan 2022 11:00 WIB

Dua Tahun Pandemi Berlalu, Apa Kabar Investigasi Asal-usul COVID-19?

Firdaus Anwar - detikHealth
Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menyelidiki asal-usul COVID-19 di China. Mereka menyisir laboratorium, pasar, dan rumah sakit di Wuhan. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 pertama kali diidentifikasi saat kasus pneumonia misterius bermunculan di Wuhan, China, pada tahun 2019. Sejak saat itu virus berkembang dengan cepat, menyebar ke seluruh dunia hingga akhirnya memicu pandemi yang telah memakan lebih dari 5 juta korban jiwa.

Meski pandemi telah dua tahun berlalu, beberapa pertanyaan terkait penyakit ini masih belum terjawab. Salah satunya adalah mengenai dari mana sumber awal virus SARS-CoV-2.

Ada yang menyebut virus berasal dari hewan liar yang dijual di pasar Wuhan, ada juga yang menganggap virus sengaja diciptakan dalam laboratorium.

Investigasi WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebetulnya telah membentuk tim ahli untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pada Januari 2021, tim yang beranggotakan ilmuwan dari berbagai negara mengunjungi Wuhan.

Laporan yang dihasilkan saat itu adalah "sangat tidak mungkin" virus berasal dari laboratorium dan kemungkinan dari hewan. Namun, tim tidak bisa memberi bukti kuat sehingga dianggap tidak memuaskan oleh beberapa pihak.

Kemudian muncul laporan invidu anggota tim yang menyebut investigasi dibatasi oleh China. Kredibilitas hasil investigasi semakin jatuh saat Dr Peter Daszak, salah satu anggota tim dari Inggris, dituduh berhubungan dekat dengan laboratorium Wuhan Institute of Virology.

Hingga akhirnya pada Juli 2021, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengeluarkan pernyataan yang mendorong agar China transparan. WHO tidak mengesampingkan kemungkinan virus SARS-CoV-2 dari laboratorium.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan China saling tuduh menyembunyikan fakta-fakta soal COVID-19.

WHO kembali membentuk tim pada Oktober 2021 untuk menginvestigasi asal-usul COVID-19. Ini disebut sebagai kesempatan terakhir untuk mencari sumber virus.

Sejauh ini tim telah menemukan virus serupa dengan SARS-CoV-2 pada kelelawar di Laos. Teori soal virus berasal dari hewan liar kembali menguat meski hasil investigasi belum final.

"Yang disayangkan adalah China dan negara barat kini sedang menghadapi jalan buntu. China tidak mau terbuka dan negara barat tidak mau percaya China," komentar ahli kesehatan publik, Prof Yanzhong Huang, dari Council on Foreign Relations.

"Di tengah keributan itu, jendela kesempatan para ilmuwan untuk menemukan asal-usul virus yang sebenarnya semakin tertutup. Kondisi politik membuat penelusuran asal menjadi lebih sulit," pungkasnya seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (1/1/2022).



Simak Video "Peringatan China ke WHO soal Rencana Baru Cari Asal Usul Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)