Sabtu, 01 Jan 2022 13:00 WIB

Sambut Tahun Baru 2022, Ini Kabar Baik Soal Varian Omicron

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Virus Omicron di Indonesia Belum Terdeteksi, Ini Langkah Pencegahan Pemerintah Sambut tahun 2022, ini deretan kabar baik soal Omicron (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Memasuki tahun baru 2022, pandemi COVID-19 juga belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kita bahkan disuguhkan dengan kabar kurang menyenangkan.

Masih banyak yang belum kita ketahui soal varian COVID-19 terbaru yakni Omicron. Para peneliti juga masih terus melakukan berbagai studi apakah varian tersebut bisa berkembang menjadi varian berisiko.

Kita tidak bisa menutup mata akan situasi yang buruk ini, tetapi kita juga bisa menemukan beberapa kabar baik mengenai varian Omicron. Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut 3 kabar baik soal varian Omicron:

1. Rawat inap dan kematian akibat varian Omicron lebih rendah

Para peneliti percaya bahwa seseorang yang terinfeksi varian Omicron berisiko lebih rendah untuk dirawat inap.

Analisa yang dilakukan para peneliti dari Afrika Selatan menunjukkan pasien yang terinfeksi Omicron lebih rendah jumlahnya untuk mendapat perawatan di rumah sakit dibandingkan dengan pasien varian lainnya. Gejala yang ditimbulkan pun lebih ringan dibanding mereka yang terinfeksi varian Delta.

Laporan Badan Keselamatan Kesehatan Inggris (NHS) menyatakan varian Omicron masuk dalam kategori "risiko relatif sedang". Kemungkinan rawat inap bagi pasien yang terinfeksi lebih rendah dibandingkan dengan Delta.

2. Manfaat vaksin untuk tangkal Omicron

Orang yang sudah mendapat dua dosis vaksin lebih kecil kemungkinan untuk di rawat inap dan gejala yang ditimbulkan termasuk ringan.

Ketua Pokja Pinere RSPI Sulianti Saroso, dr Pompini Agustina Sitompul, SpP, mengatakan vaksin saat ini terbukti memberikan dua manfaat yakni mengurangi keparahan akibat terinfeksi dan mengurangi fatalitas.

"Vaksinasi ada manfaatnya, ada penurunan penularan, menunda laju penularan dan (penerapan) 3M sangat penting," kata dr Pompini Agustina Sitompul, Sp.P beberapa waktu lalu.

3. Ada obat lawan Omicron

Beberapa waktu lalu, Pfizer menciptakan sebuah pil untuk mencegah COVID-19. Dalam laporan Washington Post, Selasa (14/12/2021), Pfizer mengatakan pil Paxlovid terbukti dapat mengurangi kasus rawat inap dan kematian pada orang yang berisiko tinggi.

Selain Paxlovid, ada juga obat Molnupiravir yang pengobatannya dilakukan dengan cara intravena atau disuntikkan oleh tenaga ahli kesehatan.

Dari segi efektivitas, berdasarkan klaim hasil uji klinis, Paxlovid lebih unggul ketimbang Molnupiravir. Efektivitas Paxlovid mencapai 90 persen sedangkan Molnupiravir 30 persen.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)