Komnas KIPI Catat 363 Kejadian Serius Usai Vaksin COVID-19, Kematian Nihil

ADVERTISEMENT

Round Up

Komnas KIPI Catat 363 Kejadian Serius Usai Vaksin COVID-19, Kematian Nihil

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 03 Jan 2022 05:00 WIB
Petugas kesehatan memberikan vaksin Sinovac dosis 1 kepada siswa-siswi di kawasan SDN Sukapura 04 Pagi, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (14/12).
Vaksin COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) memastikan sejauh ini belum ada kasus meninggal dunia karena vaksinasi COVID-19. Mengenai beberapa kasus meninggal dunia belakangan ini, disebutkan tidak ada cukup bukti untuk mengaitkannya dengan vaksin COVID-19.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Hinky Irawan Satari. Dalam siaran pers Kementerian Kesehatan RI, ia menyebut telah melakukan audit bersama Komda KIPI dan dinkes setempat.

"Kasus Kematian di Kabupaten Jombang disimpulkan unclassifiable atau tidak cukup data. Sementara kasus kematian di Kabupaten Bone disimpulkan koinsiden dengan penyakit jantung bawaan," tegas Prof Hinky, Minggu (2/1/2022).

Data Komnas KIPI hingga 30 November 2021 menyebut ada 363 KIPI serius yang dilaporkan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, dipastikan belum ada kasus meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa SD berusia 12 tahun di Jombang meninggal usai vaksinasi COVID-19 dengan jenis vaksin Pfizer. Sempat pula dikaitkan dengan obat khitan, tetapi dibantah oleh Komnas KIPI.

Sementara itu, dua warga dikabarkan meninggal dunia usai vaksinasi COVID-19. investigasi Komnas KIPI menyebut kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan efek vaksin yang diterima.

Sementara itu, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebut antisipasi KIPI menjadi salah satu fokus pemerintah. Selain terus memantau bersama Komda KIPI, pihaknya juga terus memberikan edukasi.

"Bagi penerima vaksinasi yang merasakan adanya efek samping pasca vaksinasi dapat langsung datang ke fasilitas pelayanan kesehatan tempat dilakukannya vaksinasi untuk melapor, tidak diperlukan syarat apapun," pesan dr Nadia.



Simak Video "Seputar Temuan Virus Mirip Covid-19 pada Kelelawar di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT