Senin, 03 Jan 2022 08:34 WIB

Gaduh Integrasi Eijkman ke BRIN, Vaksin Merah Putih Apa Kabar?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Salah satu kandidat vaksin COVID-19 digarap oleh Lembaga Biologi Molekular Eijkman. Kini, setelah Eijkman dileburkan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bagaimana nasib penggarapan vaksin Merah Putih?

Menurut Kepala BRIN, Dr Laksana Tri Handoko, MSc peleburan Eijkman dengan BRIN tak memengaruhi penggarapan vaksin Merah Putih. Justru dengan peleburan tersebut, penggarapan vaksin Merah Putih menguat, termasuk dari sisi pendanaan.

"Nggak ada hubungannya. Justru semakin kuat karena kan selama ini di kami ada tim LIPI yang di CIbinong dan ada tim Eijkman," ujarnya pada detikcom dalam program Blak-blakan, Minggu (2/1/2/2022).

"Sekarang kan sudah menjadi satu. Termasuk untuk yang surveillance yang WGS (Whole Genome Sequencing) begitu ya, sekarang kan ditampung jadi satu, Jadi dikelola terintegrasi sehingga kapastias menjadi jauh lebih besar," ujarnya lebih lanjut.

Kemudian menurut Handoko, di samping penggarapan vaksin Merah Putih, peleburan Eijkman dengan BRIN bisa mempermudah pengerjaan surveillance mutasi varian virus Corona.

"Yang kedua, itu biayanya jauh kita bisa tekan jauh lebih murah untuk memproses sejak satu sampel itu. Itu untuk melihat ada mutasi varian dan sebagainya. Karena itu komitmen kami ke Menkes, ke Kementerian Kesehatan, bahwa kita akan membantu itu," jelasnya.

"Kami membantu Litbangkes (Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) untuk melakukan surveillance melihat mutasi varian dan sebagainya. Itu selama ini yang tiga besar Labkesda Kemkes, Eijkman, dan timnya LIPI," pungkasnya.

(vyp/up)