Senin, 03 Jan 2022 09:00 WIB

Kasus Omicron Meningkat, Warga Arab Saudi Wajib dapat Booster Vaksin

Firdaus Anwar - detikHealth
Riyadh menggelar konser musik pertama saat pandemi virus Corona pada 3 Juni 2021. (Photo by Fayez Nureldine / AFP) Foto ilustrasi: AFP/FAYEZ NURELDINE
Jakarta -

Kasus harian COVID-19 di Arab Saudi mengalami lonjakan, diduga karena penyebaran varian Omicron. Kasus harian COVID-19 di negara tersebut kini sudah lebih dari 1.000, tertinggi sejak Agustus tahun lalu, dari yang tadinya di bawah 100 kasus per hari.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Mohammed Al-Abd Al-Aly, mengatakan kasus COVID-19 mengalami peningkatan hampir dua kali lipat setiap 4-5 hari. Kondisinya mirip seperti yang terjadi di negara-negara lain yang juga mencatat penyebaran varian Omicron.

Mohammed Al-Abd Al-Aly menegaskan sebagian besar kasus orang yang akhirnya sakit parah belum divaksinasi. Karena itu pemerintah mendorong warga mendapat vaksin lengkap, sementara bagi yang sudah mendapat vaksinasi lengkap juga harus mendapat booster atau dosis tambahan.

"Penting dikatakan bahwa sebagian besar kasus kritis adalah orang yang belum menyelesaikan vaksinasi mereka. Oleh karena itu, kami sangat menyarankan agar orang-orang segera mendapat vaksinasi," kata Mohammed Al-Abd Al-Aly seperti dikutip dari Arab News, Senin (03/1/2022).

Arab Saudi dilaporkan sudah memvaksinasi lebih dari 23 juta warganya. Rencananya mulai 1 Februari 2022, semua warga yang ingin mendatangi fasilitas umum sudah harus bisa menunjukkan bukti mendapat booster lewat aplikasi.



Simak Video "CDC AS: Booster Covid-19 Bantu Lindungi dari Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)