Senin, 03 Jan 2022 12:00 WIB

Corona di Arab Saudi Melonjak Lagi, Gimana Nasib Haji-Umrah?

Ayunda Septiani - detikHealth
Saat ini pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali untuk umroh dan haji di jamaah negara internasional. Tetapi tidak semua negara bisa masuk karena alasan tertentu dan jenis vaksin yang tidak diakui oleh Saudi Arabia. Lalu bagaimana nasib  para jamaah umroh dan haji Indonesia? Foto: Getty Images
Jakarta -

Arab Saudi kembali mencatat kasus harian COVID-19 yang melonjak. Untuk pertama kalinya sejak Agustus 2021, kasus COVID-19 naik di atas 1.000 kasus per hari.

Arab Saudi dengan populasi 30 juta mencatat 1.024 infeksi virus COVID-19 dengan satu kematian pada Minggu (2/1/2021). Padahal kasus harian sebelumnya turun di bawah 100 sejak September lalu.

Adanya kenaikan kasus ini telah membuat negara tersebut menerapkan lagi jarak sosial di dua masjid besar Islam, yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Aturan masker juga kembali diberlakukan.

Arab Saudi sendiri sudah mendeteksi adanya Omicron. Namun, belum diketahui apakah ini akan berpengaruh ke Umrah dan penyelenggaraan Haji.

Dikutip dari laman Worldometers, Arab Saudi mencatat 6.814 kasus aktif saat ini dengan 69 kasus serius. Total kasus saat ini berjumlah 558.106 dengan total kematian 8.879.

Kenaikan kasus juga terjadi di Uni Emirat Arab (UEA). Kemarin negara itu mencatat 2.600 kasus dengan tiga kematian.

Infeksi harian di UEA naik di atas 2.000 pada 29 Desember. Padahal sebelumnya kasus turun di bawah 100 pada Oktober.

UEA mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka akan melarang warga negara yang tidak divaksinasi bepergian ke luar negeri mulai 10 Januari mendatang. Warga negara yang divaksinasi sepenuhnya juga akan memerlukan suntikan booster agar memenuhi syarat untuk bepergian.

Sejauh ini, Arab Saudi mencatat 767.093 total kasus sejak pandemi terjadi. Saat ini tercatat ada 2.168 kematian.



Simak Video "Arab Saudi Kini Bebas Karantina dan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)