Senin, 03 Jan 2022 13:28 WIB

280 Juta Vaksin COVID-19 Sudah Dibagikan, Jokowi Tak Ingin Kengerian 2021 Terulang

Firdaus Anwar - detikHealth
Presiden Jokowi (Foto: Rusman - Sekretariat Presiden) Foto ilustrasi: Presiden Jokowi (Foto: Rusman - Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersyukur sudah sekitar 280 juta dosis vaksin COVID-19 berhasil disuntikkan ke warga. Jokowi berharap kondisi wabah COVID-19 yang saat ini bisa dijaga, jangan sampai terulang seperti di pertengahan tahun 2021.

Vaksin menjadi harapan dalam meredam pandemi karena efektivitasnya dalam memicu kekebalan sehingga angka orang sakit dan meninggal bisa ditekan.

Berbicara dalam pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2022, Jokowi mengingat apa yang terjadi saat Indonesia mengalami lonjakan kasus COVID-19 di Juli 2021. Banyak rumah sakit penuh dengan pasien yang membeludak.

"Di pertengahan Juli 2021, pada saat kasus harian kita mencapai 56.000, itulah saat yang betul-betul saya ingat kengerian. Karena lorong-lorong rumah sakit, halaman rumah sakit, semua penuh oleh pasien COVID-19," kenang Jokowi seperti disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (3/1/2022).

"Tetapi alhamdulillah pada hari kemarin 2 Januari 2020, dari 56.000 di pertengahan Juli, kemarin berada di angka 174 kasus per hari. Ini yang harus kita syukuri dan kita jaga agar tidak terjadi kasus seperti tahun 2021 di pertengahan Juli tadi," lanjutnya.

Jokowi menggambarkan proses penyuntikkan 280 juta dosis vaksin dalam waktu satu tahun di Indonesia bukan hal mudah. Beberapa lokasi vaksinasi sulit dijangkau karena akses jalan yang terbatas.

"Ini kerja keras kita bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, BIN, seluruh perusahaan swasta, besar maupun organisasi masyarakat. Modal kita ada di situ, gotong royong modal kita," tegasnya.



Simak Video "Masyarakat Diminta Vaksinasi Agar Endemi Cepat Dicapai"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)