Senin, 03 Jan 2022 12:22 WIB

Israel Dihebohkan 'Flurona', Infeksi 'Combo' Flu dan Corona Sekaligus

Vidya Pinandhita - detikHealth
Corona Viruses against Dark Background Ilustrasi temuan kasus 'Flurona', gabungan infeksi influenza dengan virus Corona di Israel. Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Belum lama ini, Israel melaporkan temuan gabungan infeksi ganda virus Corona dan influenza, bernama 'Flurona'. Kasus tersebut ditemukan pada seorang wanita hamil yang sedang menjalani perawatan di Rabin Medical Center sebelum melahirkan.

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan, wanita tersebut tidak divaksinasi COVID-19.

Bukan varian baru

Meski tak berarti boleh diremehkan, Flurona bukanlah varian baru hasil mutasi virus Corona. Istilah ini hanya sebutan untuk infeksi dua virus yang muncul bersamaan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut memang memungkinkan seseorang terjangkit dua penyakit sekaligus. Namun pada kasus COVID-19, risiko terjangkit dua penyakit secara bersamaan amat bisa ditekan dengan vaksinasi COVID-19.

"Memungkinkan untuk menangkap kedua penyakit pada waktu yang sama," terang WHO, dikutip dari Indian Express, Senin (3/1/2022).

"Cara paling efektif untuk mencegah rawat inap dan COVID-19 dan influenza yang parah adalah vaksinasi dengan kedua vaksin," sambungnya.

Risiko keparahan

Di samping itu, pendiri dan direktur Ujala Cygnus Group of Hospitals, Dr Shuchin Bajaj, menyebut terdapat kemungkinan peningkatan keparahan gejala pada pasien Flurona. Walhasil menurutnya, perkembangan temuan penyakit ini perlu diperhatikan.

"Kedua virus tersebut dapat mendatangkan malapetaka di dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit lain juga. Inilah sebabnya, ini menjadi perhatian," kata Dr Bajaj.

Spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Artemis, Dr P Venkat, menambahkan gejala kombinasi virus Corona dan flu bisa muncul dalam waktu dua hingga 14 hari. Di antaranya, berupa batuk, pilek, dan demam. Satu-satunya cara untuk mendeteksi adanya kedua virus adalah dengan test.

"Tes PCR dilakukan untuk flu di mana kami menguji RNA (atau asam ribonukleat yang penting untuk segala bentuk kehidupan) virus. Untuk kedua virus, tes PCR yang berbeda dilakukan. Genotipe kedua virus berbeda. Itu bisa dibedakan hanya dengan tes laboratorium," ujar Dr Venkat terkait temuan Flurona.



Simak Video "Langkah Israel Usai Kemunculan Kasus 'Florona'"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)