Rabu, 05 Jan 2022 18:28 WIB

Kemenkes Pastikan Belum Ada di RI, Seberapa Bahaya saat Kena Flurona?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi masker, pandemi covid-19, ilustrasi vaksin, ilustrasi pasien covid-19 Flurona belum ditemukan di Indonesia (Foto: AP/Vadim Ghirda)
Jakarta -

Flurona, infeksi ganda flu dan Corona, bikin heboh warga dunia. Pasien pertama Flurona terdeteksi di Israel oleh seorang ibu hamil.

"Ini adalah ibu pertama yang didiagnosis dengan influenza dan Corona di Beilinson. Kami merawatnya dengan kombinasi obat yang menargetkan Corona dan flu," kata Arnon Wiznitzer, direktur Departemen Wanita Beilinson, dalam pernyataannya.

"Flurona" adalah istilah yang diciptakan untuk menggambarkan kondisi terinfeksi Covid-19 dan flu secara bersamaan. Kementerian Kesehatan RI memastikan hingga kini belum ada kasus 'Flurona' yang dilaporkan di Indonesia.

"Belum ada ya, baru di Israel. Dan ini bukan varian baru," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Lalu seberapa bahaya kondisi ini?

Dampak infeksi ganda flu dan Corona

Nadav Davidovitch, Direktur Sekolah Kesehatan Masyarakat di Universitas Ben-Gurion di Israel, mengatakan kepada CNN bahwa saat ini ada dua infeksi yang penularannya sangat tinggi, flu dan Corona.

Sehingga ada kemungkinan seseorang terinfeksi keduanya dalam waktu yang bersamaan.

Dia menambahkan bahwa bagi mereka yang tidak memiliki kondisi kesehatan mendasar yang telah divaksinasi untuk influenza dan Covid-19, virus ini tidak akan menyebabkan gejala yang parah.

Namun, ancaman besar ada pada kelompok ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2