Rabu, 05 Jan 2022 08:46 WIB

Heboh Kasus Florona, Sudah Adakah di Indonesia? Ini Kata Dokter Paru

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Viruses in human lungs, 3D illustration. Conceptual image for viral pneumonia, flu, MERS-CoV, SARS, Adenoviruses and other respiratory viruses Dokter paru jelaskan apa itu Florona. (Foto: Getty Images/Enes Evren)
Jakarta -

Masyarakat dunia tengah dibuat heboh dengan kabar kasus Florona. Kondisi tersebut pertama ditemukan pada seorang ibu hamil di Israel yang tidak divaksin.

Menanggapi kasus tersebut, dr Adria Rusli, SpP(K), pulmonologist RSPI Sulianto Saroso memberi penjabaran mengenai kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Florona bukanlah varian baru virus COVID-19.

"Florona itu bukan varian corona. Florona adalah infeksi corona dan influenza secara berbarengan," jelas dr Adria saat dihubungi detikcom, Selasa (4/1/2021).

Saat ditanya bagaimana seseorang bisa terinfeksi influenza dan virus Corona secara bersamaan, dr Adria mengatakan hal tersebut terjadi lantaran imunitas atau kekebalan tubuh seseorang sedang buruk. Sehingga mudah terserang influenza dan COVID-19 secara bersamaan.

Menurut dr Adria, saat ini di Indonesia belum ada laporan kasus Florona.

"Belum dilaporkan, jadi belum ada. Israel yang sudah melaporkan," terang dr Adria.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan bahaya saat seseorang menderita influenza dan virus Corona di waktu bersamaan. Hal ini lantaran bisa sangat berbahaya dan kondisi yang diderita pasien akan lebih berat.

"(Jika terinfeksi influenza dan virus Corona bersamaan) bisa lebih berat kondisinya," tutup dr Adria.

Selaras dengan dr Adria, sebelumnya Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menegaskan Florona bukanlah salah satu hasil mutasi dari varian baru COVID-19 tetapi merupakan fenomena terjadinya infeksi ganda akibat dua buah virus yang berbeda.

"Bukan varian baru. Infeksi ganda COVID-19 dan influenza. Terindikasi merusak sistem kekebalan tubuh," tulis Zubairi Djoerban dalam akun Twitternya.



Simak Video "Langkah Israel Usai Kemunculan Kasus 'Florona'"
[Gambas:Video 20detik]
(any/up)