Senin, 03 Jan 2022 14:18 WIB

Karantina Dipangkas Lagi, 10 Hari Jika dari Negara dengan COVID-19 Tinggi

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tower 8 dan 9 Wisma Atlet Pademangan dialihfungsi jadi tempat isolasi pasien COVID-19. Area itu diperuntukan untuk pasien COVID-19 tanpa gejala-bergejala ringan Ilustrasi pemerintah mengubah jumlah hari karantina menjadi 10 hari untuk pelaku perjalanan dari negara dengan kasus COVID-19 tinggi. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Seiring merebaknya varian Omicron di RI, karantina untuk pelaku perjalanan luar negeri yang baru tiba di Indonesia sempat diperpanjang jadi 14 hari. Kini, karantina dipersingkat lagi menjadi 7-10 hari.

"Karantina yang 14 hari menjadi 10 hari dan yang 10 hari menjadi 7 hari," Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap alasan COVID-19 dalam konferensi pers virtual terkait evaluasi Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (3/1/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan karantina 10 hari hanya akan diberlakukan untuk pelaku perjalanan dari negara-negara dengan kasus COVID-19 yang tergolong tinggi.

Namun selebihnya, di luar negara-negara tertentu tersebut, karantina untuk pelaku perjalanan luar negeri yang baru tiba di Indonesia hanya tujuh hari.

"Terkait kebijakan karantina yang disesuaikan yaitu 7 dan 10 hari. Tadi juga ditambahkan, pemerintah juga akan menambah negara yang jumlah kasusnya tinggi. Tadi Pak Menkomarinvest akan memasukkan di dalam Satgas," ujarnya.

"Dua negara yang relatif tinggi akan kita kenakan 10 hari, menambah dari yang 13 negara. Sedangkan yang lain nanti di luar negara tersebut akan tujuh hari," pungkas Airlangga.



Simak Video "Kriteria PPLN yang Masih Harus Karantina Usai Tiba di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)