Selasa, 04 Jan 2022 17:11 WIB

Kemenkes Kaitkan PPKM DKI Kembali ke Level 2 dengan Naiknya Kasus Omicron

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tiba di kawasan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/12). DKI Jakarta kembali PPKM level 2. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menekankan naiknya DKI Jakarta ke level 2 dilatarbelakangi peningkatan kasus COVID-19. Terlebih, jumlah varian Corona semakin banyak dilaporkan di Ibu Kota.

"Ada peningkatan kasus (termasuk Omicron)," beber dr Nadia kepada detikcom Selasa (4/1/2022).

Meskipun kebanyakan kasus Omicron terjaring di Wisma Atlet, menurut dr Nadia tetap saja varian tersebut banyak ditemukan di Jakarta sehingga masuk menjadi penilaian.

"(Meski di Wisma Atlet) kan tetap di Jakarta," sambung dr Nadia.

dr Nadia menegaskan hal lain yang menjadi pertimbangan PPKM DKI Jakarta naik ke level 2 dipastikan sesuai dengan indikator PPKM yang berlaku.

Dihubungi terpisah, ahli epidemiologi Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyebut PPKM DKI Jakarta yang kembali ke level 2 terkesan berlebihan. Pasalnya, menurut dia, kasus infeksi COVID-19 Omicron yang ditemukan di Wisma Atlet tak bisa dikategorikan sebagai transmisi komunitas.

Seluruh kasus tersebut berhasil diskrining di Wisma Atlet, demi menekan transmisi atau penularan di masyarakat.

"Kecemasan yang berlebihan dorong PPKM di Jakarta dinaikkan ke level 2. Statistik kasus di Jakarta meningkat disebabkan sumbangan temuan PPLN yang dikarantina di Wisma Atlet," cuit Pandu dalam Twitter pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan Selasa (4/1/2022).

"Kenaikan kasus hanya tambahan kasus dari PPLN, bukan refleksi kenaikan penularan di komunitas dan alasan lain yang non epidemiologi," sambung Pandu.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, kasus aktif Corona di DKI Jakarta per Minggu (2/1/2022) berkurang 3 pasien, totalnya menjadi 544. Sementara per Senin (3/1/2022) naik sebanyak 150 orang.

Kabar baiknya, tiga hari berturut-turut DKI Jakarta mencatat nihil kasus COVID-19 sejak 1 Januari 2022.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)