Rabu, 05 Jan 2022 08:02 WIB

AS Diamuk Tsunami COVID-19, Rekor Gila-gilaan di Atas 1 Juta Kasus Sehari

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Jakarta -

Amerika Serikat tengah menghadapi infeksi COVID-19 dalam beberapa hari terakhir hingga mencatat 1.082.549 kasus dalam kurun waktu 24 jam pada Senin (3/1/2022). Dilihat dari data Johns Hopkins University (JHU) yang menjadi acuan global, negara tersebut juga mencatat 1.688 kematian akibat virus Corona di hari yang sama.

Menurut pihak berwenang AS, lonjakan kasus harian COVID-19 pada awal pekan ini terjadi karena sejumlah negara bagian di AS tidak merilis laporan infeksi harian COVID-19 pada malam tahun baru, Jumat (31/12/2021).

Menurut laporan CNBC, hal tersebut dapat menyebabkan perhitungan infeksi harian pada Senin (3/1/2022) merupakan akumulasi selama akhir pekan lalu.

Akibat hal tersebut, jumlah infeksi harian pada 3 Januari kemarin membuat rata-rata kasus COVID-19 di AS naik menjadi 480.273 kasus dengan 1.200 kematian dalam sehari.

Angka harian ini menjadikan total infeksi COVID-19 di AS sejak awal pandemi menjadi 56.189.547 kasus dengan 827.748 kematian.

Pada Senin kemarin, Kementerian Kesehatan AS juga menuturkan sudah ada sekitar 98 ribu warga yang dirawat di rumah sakit akibat COVID-19. Angka ini naik 32 persen dibandingkan pekan lalu.

Angka rawat inap itu mendekati angka puncak saat COVID-19 varian Delta menerpa AS pada awal September lalu. Saat itu, 103 ribu warga AS dirawat di rumah sakit akibat virus Corona.

Tsunami COVID-19 di AS

Tsunami COVID-19 di AS berlangsung ketika penyebaran virus Corona varian Omicron terus meluas di berbagai penjuru dunia. Saat ini AS mencatat penyebaran COVID-19 varian Omicron mulai menggeser dominasi varian Delta.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) per 25 Desember 2021, 41 persen dari kasus COVID-19 baru di AS merupakan varian Delta. Sementara, varian Omicron mendominasi kasus COVID-19 baru di AS hingga 58,6 persen.

Pemerintah pun terus mendorong masyarakat untuk segera mendapat suntikan vaksin COVID-19. Presiden Joe Biden juga meminta warganya yang telah menerima vaksin dua dosis, untuk mulai menerima dosis ketiga atau booster.

(any/up)