Baru Lagi, Dua Gejala Aneh Omicron yang Dikeluhkan Pasien COVID-19

ADVERTISEMENT

Baru Lagi, Dua Gejala Aneh Omicron yang Dikeluhkan Pasien COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 06 Jan 2022 14:39 WIB
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient
Foto: Getty Images/Tempura
Jakarta -

Omicron merajalela di dunia, termasuk Indonesia. Kasus Omicron di Tanah Air juga terus meningkat, kini sudah mencapai 254 kasus.

Banyak gejala COVID-19 Omicron yang tak dilaporkan pada infeksi COVID-19 sebelumnya. Baru-baru ini, dua gejala aneh dikeluhkan pasien COVID-19 Omicron, gangguan pada mata dan rambut.

Adalah mata merah atau konjungtivitis dan rambut rontok. Beberapa kasus COVID-19 Omicron mengalami dua gejala COVID-19 tersebut.

Gejala COVID-19 pada mata dikeluhkan pasien usai 2 hari terpapar Omicron. Sementara kerontokan rambut biasanya terjadi di akhir infeksi COVID-19 menjelang pulih.

Dikutip dari Healthline, virus memasuki sel-sel tubuh melalui reseptor untuk enzim yang disebut angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) dengan mengelabuinya agar mengira itu adalah enzim daripada COVID-19. Reseptor ACE2 ditemukan di bagian mata, seperti retina dan sel epitel yang melapisi bagian putih mata dan kelopak mata.

Meskipun kerontokan rambut bukanlah gejala khas COVID-19, menurut American Academy of Dermatology Association, kerontokan rambut cukup umum terjadi setelah demam tinggi.

Seorang bocah lelaki Inggris berusia 9 tahun bernama Zac Morey mengejutkan ibunya ketika dia tertular COVID-19. Ia disebut mengeluhkan gejala COVID-19 Eye.

"Matanya tampak seperti akan meledak," kata ibu bocah itu, Angela, kepada SWNS tentang komplikasi COVID-19.

Padahal mulanya, Zac hanya dilaporkan mengalami gejala seperti flu dan menghabiskan karantina di rumah bermain game komputer.

"Itu bengkak melebihi apa pun yang pernah saya lihat," kata orang tua Zac yang terkejut.

"Tidak mungkin dia bisa membuka mata tanpa menarik kulitnya."

Angela mengantar anaknya yang menderita ke rumah sakit pada Malam Natal, di mana dokter mendiagnosisnya dengan selulitis orbital, infeksi di area mata yang oleh beberapa ilmuwan dikaitkan dengan COVID-19.

Namun dokter belum menyimpulkan pasti keterkaitan di antara keduanya. Menurut penelitian sejauh ini, Omicron menimbulkan gejala COVID-19 lebih ringan ketimbang varian Delta, terutama bagi orang yang sudah divaksinasi.

Para ahli di seluruh dunia juga telah menyoroti setidaknya delapan tanda peringatan dini Omicron yang tidak boleh diabaikan.

Diperkirakan ini cenderung datang dengan cepat dan cukup awal pada penyakit, sekitar dua hari setelah terpapar. Gejala Omicron tampaknya bertahan selama sekitar lima hari, tetapi tentu saja dapat berlangsung lebih cepat, dan di beberapa kasus dapat bertahan lama.

Ciri-ciri awal terpapar Omicron adalah:

  • Tenggorokan gatal
  • Sakit punggung bawah
  • Hidung meler/macet
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Bersin
  • Keringat malam
  • Sakit tubuh

Mereka sangat berbeda dengan trio klasik gejala COVID-19 sebelumnya yaitu batuk, demam, dan kehilangan rasa atau penciuman.



Simak Video "Temuan Terkini Terkait Subvarian Omicron BN.1"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT