Jumat, 07 Jan 2022 15:15 WIB

Transplantasi Rambut Seperti Anang-Atta, Seberapa Efektif Atasi Kebotakan?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
anang hermansyah lakukan transplantasi rambut Anang Hermansyah dan Atta Halilintar jalani prosedur transplantasi rambut. (Foto: YouTube)
Jakarta -

Belum lama ini, Anang Hermansyah melakukan transplantasi rambut di Turki. Hal ini dilakukannya agar rambutnya kembali lebat. Tak hanya Anang, Atta Halilintar juga ikut melakukan prosedur tersebut.

Prosedur transplantasi rambut ini menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk mengatasi kebotakan, yang biasanya terjadi akibat kerontokan rambut. Adapun artis yang sudah transplantasi rambut, salah satunya Kevin Aprilio.

Apa itu prosedur transplantasi rambut?

Transplantasi rambut merupakan prosedur di mana ahli bedah plastik atau dermatologis untuk memindahkan rambut ke area kepala yang botak. Dikutip dari Healthline, dokter mengambil rambut dari area kepala atau bagian tubuh lain yang lebat, kemudian menanamnya di bagian kulit kepala yang bermasalah.

Ada tiga metode transplantasi rambut, yaitu flap surgery atau operasi perluasan jaringan kepala, operasi mengurangi kulit kepala, dan implan rambut.

Apa saja manfaat transplantasi rambut?

Prosedur transplantasi rambut ini bermanfaat untuk meningkatkan penampilan dan menambah kepercayaan diri seseorang. Transplantasi rambut ini biasanya dilakukan oleh pria dengan kebotakan, wanita yang mengalami penipisan rambut, hingga orang-orang yang mengalami kehilangan rambut akibat luka bakar atau cedera.

Namun, tidak semua orang bisa menjalani prosedur transplantasi rambut ini. Ada beberapa orang yang tidak baik dilakukan pada mereka:

  • Wanita dengan pola kerontokan rambut yang meluas di seluruh kulit kepala
  • Orang yang membentuk bekas luka keloid (bekas luka tebal dan berserat) setelah cedera atau operasi
  • Orang yang rambutnya rontok karena pengobatan seperti kemoterapi

Adakah risiko dari prosedur transplantasi rambut?

Meski memiliki manfaat, bukan berarti transplantasi rambut ini tidak memiliki risiko. Berbagai efek samping bisa muncul usai melakukan prosedur ini. Beberapa efek samping yang muncul meliputi:

  • Pembengkakan pada kulit kepala
  • Memar di area mata
  • Kerak yang terbentuk di area kulit kepala tempat rambut dicabut atau ditanam
  • Mati rasa atau kurangnya sensasi pada area kulit kepala yang dirawat
  • Rasa gatal
  • Peradangan atau infeksi pada folikel rambut, yang dikenal sebagai folikulitis
  • Kehilangan kejutan, atau kehilangan rambut yang ditransplantasikan secara tiba-tiba tetapi biasanya sementara

Seberapa efektif transplantasi rambut ini?

Prosedur transplantasi rambut ini biasanya lebih baik daripada menggunakan produk penumbuh rambut yang dijual bebas. Setidaknya, 10 hingga 80 persen rambut yang dicangkok akan tumbuh lebat dalam kurun waktu 3-4 bulan.

Namun, perlu diketahui rambut hasil prosedur ini tidak bisa bertahan selamanya. Rambut hasil prosedur ini juga akan tetap menipis seiring penuaan.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, diperlukan 3-4 kali prosedur transplantasi rambut ini. Prosedur ini akan dilakukan dalam jangka waktu berbulan-bulan, setelah tiap sesi transplantasi sudah sembuh sepenuhnya.

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk transplantasi rambut?

Dengan segala kelebihan yang ditawarkan, tak heran jika prosedur transplantasi rambut ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya transplantasi rambut ini bisa bervariasi, kisarannya dari Rp 50 juta-Rp 210 juta, tergantung dari tingkat kesulitan dan jumlah rambut yang akan ditanam.



Simak Video "Ini Saran dan Pantangan untuk Pasien Implan Rambut"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)