ADVERTISEMENT

Jumat, 07 Jan 2022 16:31 WIB

Eks Petinggi WHO Minta RI Waspadai Lonjakan Kasus COVID-19 di India

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
RSUD Kramat Jati Jakarta Timur menyetop sementara layanan rawat jalan, Senin (28/6). Layanan kesehatan bakal difokuskan pada penanganan pasien COVID-19 dan vaksinasi. Kasus Corona di Indonesia. (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di India kembali nanjak usai negara tersebut melaporkan pasien yang terinfeksi varian Omicron. Pada Jumat (7/1/2022), India melaporkan tambahan lebih dari 100 ribu kasus, tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, mengomentari peningkatan kasus yang terjadi di India. Tren naik-turun kasus COVID-19 di India menurutnya hampir serupa dengan Indonesia.

"Kejadian di New Delhi dan India pada hari-hari ini tentu perlu jadi kewaspadaan kita semua di Tanah Air, apalagi terakhir ini kasus kita mulai meningkat pula," kata Prof Tjandra dalam pesan yang diterima detikcom pada Jumat (7/1/2021).

Prof Tjandra juga menyebut dalam percakapannya dengan seorang rekan di India, dalam beberapa hari terakhir ada kenaikan kasus yang cukup tajam. Khusus untuk New Delhi, pada hari Selasa yang lalu pemerintah setempat mengeluarkan aturan pembatasan sosial ketat.

Di sisi lain, walaupun kasus meningkat berlipat-lipat kali tetapi peningkatan rumah sakit atau bed occupancy sampai hari-hari ini baru meningkat sekitar dua kali lipat, jadi situasi pelayanan kesehatan masih terkendali.

Diberitakan Al Jazeera, India melaporkan peningkatan cepat kasus Omicron, dengan jumlah mencapai 415 secara keseluruhan di 17 negara bagian India. Kasus COVID-19 harian juga mengalami peningkatan.

Sebagai langkah antisipasi, Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India akan mulai memberikan suntikan penguat atau booster COVID-19 untuk tenaga kesehatan dan pekerja garis depan lainnya yang dimulai pada 10 Januari.

Pemimpin India itu memperingatkan bahwa pandemi belum berakhir dan perlu untuk mengambil tindakan pencegahan, termasuk mengenakan masker wajah dan mencuci tangan, serta mengikuti protokol COVID-19.



Simak Video "Satgas Covid-19: Kita Perlu Berhati-hati dalam Memaknai Akhir Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT