Sabtu, 08 Jan 2022 18:01 WIB

RI Catat 318 Kasus Omicron, Ini Gejala yang Banyak Dilaporkan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus Omicron di Indonesia pertama kali terdeteksi Rabu (15/12). Varian Omicron pun pertama kali dijumpai di Wisma Atlet. Bagaimana deretan fakta terbarunya? Ilustrasi laporan Kemenkes tentang gejala yang dialami pasien varian Omicron RI. Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Kementerian Kesehatan melaporkan RI telah mencatat total 318 kasus COVID-19 varian Omicron. Pada Jumat (7/1/2022), Indonesia mencatat 57 kasus baru varian Omicron, terdiri dari 7 orang transmisi lokal dan 50 orang pelaku perjalanan luar negeri. Seperti apa gejala dan kondisi pasien yang dilaporkan?

Mengacu pada laman resmi Kemenkes RI, 99 persen pasien COVID-19 varian Omicron yang diisolasi mengalami gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali. 97 persen kasus varian Omicron didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari DKI Jakarta.

"Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk dan pilek," ujar Kemenkes dalam rilisnya

Juga disebutkan, 4,3 persen pasien memiliki riwayat komorbiditas seperti diabetes melitus dan hipertensi. Satu persen kasus membutuhkan terapi oksigen.

Mayoritas sudah divaksinasi COVID-19

Kemenkes RI menyebut, mayoritas pasien varian Omicron di RI sudah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap, dengan kondisi bergejala ringan atau tidak bergejala sama sekali. Diyakini, vaksinasi COVID-19 efektif menekan risiko gejala dan tingkat keparahan pasien COVID-19.

"Namun upaya vaksinasi saja tidak cukup, harus dibarengi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini penting dilakukan untuk menjamin seseorang aman dari tertular maupun menularkan COVID-19 kepada orang lain," tulis Kemenkes.



Simak Video "Omicron Masuk RI, Ketua Satgas IDI Singgung Karantina 'Rp 40 Juta'"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)