Senin, 10 Jan 2022 13:20 WIB

Soal Wacana Vaksin Nusantara Bakal Jadi Booster, BPOM Angkat Bicara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dari China untuk fase ke 1-2 full report sudah didapatkan BPOM. Namun, masih ada data yang kurang untuk fase ketiga. Kepala BPOM Penny K Lukito (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sempat menyebut vaksin Nusantara bakal masuk jenis vaksin COVID-19 yang disiapkan untuk vaksinasi booster. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Penny K Lukito angkat bicara mengenai izin pemberian vaksin jenis dendritik besutan eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, tersebut.

"Itu namanya vaksin terapi, jadi bukan vaksin yang seperti biasa. Uji klinik berbasis pelayanan, hanya di fasilitas pelayanan," tutur Penny saat ditemui detikcom di kantor BPOM RI, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2022).

"Nggak ada hubungannya dengan BPOM, karena itu kan satu orang satu orang (vaksin diberikan secara individual)," lanjut Penny.

Penny meminta masyarakat menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah. Ia menegaskan tak tahu persis terkait wacana vaksin Nusanatara menjadi booster.

"Mungkin pemerintah (tunggu nanti ya), akan juga menjadikan vaksin berbasiskan pelayanan, nggak ada hubungannya dengan BPOM," sambungnya saat ditanyai soal izin vaksinasi booster vaksin Nusantara.

"Konteksnya individual," pungkas dia.

Simak video 'BPOM Setujui 5 Vaksin Covid-19 Untuk Booster, Ini Daftarnya':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)