ADVERTISEMENT

Rabu, 12 Jan 2022 06:43 WIB

Antibodi Busui Bisa Lindungi Bayinya dari COVID-19? Ini Faktanya

Hartaty Varadifa - detikHealth
Ilustrasi ibu menyusui atau menggendong bayi Ilustrasi menyusui (Foto: Getty Images/iStockphoto/damircudic)
Jakarta -

Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi awal bagi si kecil. ASI tentunya memberikan banyak manfaat bagi bayi, seperti mencegah penyakit, memperkuat imunitas tubuh, dan dapat mengurangi risiko obesitas.

Tidak hanya itu lho! ASI bahkan diakui mampu melawan penyakit menular karena dapat memperkuat kekebalan tubuh melalui antibodi yang ditransfer oleh ASI.

Faktanya ASI ibu yang sudah divaksinasi mengandung antibodi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan si kecil dan melindungi bayi dari berbagai infeksi termasuk COVID-19.

Hal ini terbukti dari salah satu studi yang menunjukkan 84 wanita mendeteksi produksi antibodi imunoglobulin A (IgA) dan imunoglobulin G (IgG) yang kuat dalam ASI selama enam minggu setelah vaksinasi.

Dalam sebuah studi, para peneliti turut mengamati efek penetralan pada protein kekebalan, yang menandakan adanya potensi bahwa mereka menjaga bayi tetap aman dari COVID-19.

"Ini berarti ibu tidak hanya memproduksi antibodi di dalam tubuh mereka pada tingkat tinggi untuk perlindungan terhadap virus yang menyebabkan COVID-19, tetapi juga mereka menghasilkan tingkat yang cukup tinggi sehingga antibodi disekresikan melalui ASI mereka," jelas Dr Priya Soni, spesialis penyakit menular pediatrik di Cedars-Sinai Pediatrics Department, dikutip dari Cedars Sinai.

Hasil penelitian ini menjadi upaya yang pertama dalam melindungi bayi dari virus berbahaya. Kandungan antibodi IgA sangat berpengaruh pada kekebalan tubuh bayi karena protein ini merupakan alat utama dalam memerangi virus yang menempel dan menargetkan selaput lendir.

Selain itu ASI juga sebagai pelindung terhadap sejumlah penyakit, mulai dari gastroenteritis hingga infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, dan sepsis neonatorum.

Pada dasarnya kekebalan terkadang bisa bertahan selama beberapa dekade. Apalagi jika sang ibu memasukkan gluten ke dalam makanan saat menyusui diakui dapat mengurangi risiko penyakit celiac pada anak usia dini.

Perlindungan ini akan bermanfaat lebih baik apabila sang ibu memproduksi susu setiap hari. Dan hal ini menjadi kabar baik dalam memangkas penyebaran COVID-19.

"Kami tahu bahwa manfaat untuk infeksi lain sangat besar dan tahan lama, kami berharap manfaat positif ini juga berlaku untuk COVID-19," kata Dr. Priya Soni.

Lalu, bagaimana tips aman menyusui Si Kecil dengan COVID-19? Simak di halaman berikutnya.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT